Koster Dorong ASN Bersatu Percepat Pembangunan Bali 2026

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Koster Dorong ASN Bersatu Percepat Pembangunan Bali 2026

Gambar atau konten salah?

Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Bali untuk bersatu dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali harus menjadi dasar bagi pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru tahun 2026. Koster menegaskan bahwa percepatan ini harus dipahami dan dijalankan oleh semua perangkat daerah, pada semua tingkatan, termasuk pegawai yang tidak berada di jabatan struktural.

Perkataan tersebut disampaikan oleh Koster di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, pada hari Kamis, 26 Maret 2026. Ia menegaskan, “Percepatan ini harus dipahami dan dijalankan oleh semua perangkat daerah, pada semua tingkatan termasuk pegawai yang tidak dalam jabatan struktural. Semua harus paham,” ujar Gubernur Bali dua periode itu. Koster menilai bahwa masih ada program yang berjalan lambat, sehingga perlu didorong secara menyeluruh dan terintegrasi.

Ia menambahkan, “Dokumen pembangunan yang telah disusun juga harus dipelajari, dipahami dan dijalankan secara utuh, jangan cuma dibawa saja. Harus masuk di kepala dan dirasakan, lahir dan batin.” Koster menekankan bahwa pemahaman terhadap konsep pembangunan Bali tidak boleh parsial atau setengah-setengah, meskipun bekerja di sektor yang berbeda. Ia menyatakan, “Tidak bisa hanya memahami sebagain. Harus utuh, walaupun di dinas tertentu tetap harus tahu keseluruhan arah pembangunan Bali.”

Selanjutnya, Koster menegaskan pentingnya kerja sama lintas dinas dan wilayah. Ia mengajak semua jajaran Pemprov Bali bergerak bersama, dengan satu persepsi, satu pemahaman, dan satu langkah. “Harus satu persepsi, satu pemahaman, dan satu langkah bukan individu tapi kolektif sebagai satu tim besar,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa semua harus menjelaskan kepada masyarakat apa yang sedang dan akan dilakukan pemerintah, agar masyarakat tahu Bali ini mau dibawa kemana. “Lim tahun ini adalah fondasi untuk 100 tahun ke depan. Jadi kita tidak sekadar membangun, tapi membangun peradaban masyarakat Bali untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Dalam pembicaraannya, Koster juga mengingatkan bahwa visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali mencakup pembangunan alam, manusia, dan kebudayaan Bali secara menyeluruh. Dasar hukum pembangunan Bali telah diperkuat melalui UU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, sehingga seluruh jajaran perlu memahami dasar tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antar Pemerintah Provinsi Bali dengan kabupaten/kota agar pembangunan dapat bersatu menjadi satu kesatuan wilayah, satu pulau, dan satu pola pembangunan. Ia meminta agar tidak ada ego sektoral atau wilayah, semua harus duduk, bekerja, dan bergerak bersama-sama.

Terakhir, Koster menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan Bali ke depan, termasuk memperjuangkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, terutama untuk memperkuat sektor kebudayaan, desa adat, dan subak. Ia menutup pidatonya dengan kata, “Kalau ini sudah jelas, saya akan langsung bergerak ke pusat. Ini penting untuk masa depan Bali.”

Gubernur Bali menegaskan bahwa kesuksesan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kerja sama lintas sektor dan dukungan pusat. Dengan memahami visi dan hukum yang mendasari, serta melibatkan seluruh aparat, Bali dapat membangun peradaban yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Gubernur BaliNangun Sat Kerthi Loka BalipembangunanASNUU Nomor 15 Tahun 2023kebudayaansubak

Komentar

Memuat komentar...