Kota Batu: Musim Kemarau 2026 Tingkatkan Hasil Apel
Gambar atau konten salah?
Kota Batu mengalami musim kemarau panjang pada tahun 2026 yang ternyata memberi keuntungan bagi para petani apel di wilayah tersebut. Cuaca panas dan curah hujan yang sangat minim justru meningkatkan produktivitas tanaman apel, yang menjadi ciri khas Kota Wisata Batu.
Menurut Rudy Mardiyanto, salah satu petani apel di kota itu, musim kemarau ini menjadi peluang besar. Ia menjelaskan bahwa kondisi kering membuat proses pembungaan tanaman apel menjadi lebih maksimal. “Iya musim kemarau ini berdampak positif, karena pembungaannya sempurna. Jadi mudah dari bunga menjadi buah,” ujarnya pada Kamis, 04 Juni 2026.
Rudy menambahkan bahwa situasi ini berlawanan ketika memasuki musim hujan. Intensitas hujan tinggi sering membuat bunga apel yang baru tumbuh mudah rontok sebelum berkembang menjadi buah. Kondisi ini menjadi momok menakutkan bagi para petani.
Selain memicu pembungaan yang sempurna, musim kemarau juga menghemat biaya operasional. Rudy menyebutkan bahwa pembelian obat-obatan pertanian atau pestisida menurun drastis dibandingkan saat musim hujan. “Iya, jelas berkurang banyak (untuk penggunaan obat-obatan). Bisa dibilang keberuntungan bagi petani apel kalau masuk musim kemarau,” katanya.
Penurunan penggunaan pestisida disebabkan oleh kelembapan udara yang rendah selama musim kemarau. Hal ini membuat pohon apel menjadi lebih tangguh dan jarang terserang penyakit. “Iya, (karena) faktor kelembapan tinggi saat musim penghujan biasanya menjadi penyebab tanaman apel sering terkena penyakit. Dengan tingkat kelembapan yang berkurang, membuat tanaman apel jadi lebih jarang terkena penyakit,” tandas Rudy.
Secara keseluruhan, musim kemarau panjang 2026 di Kota Batu membantu petani apel meningkatkan hasil panen sekaligus menurunkan biaya perawatan. Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya kondisi iklim bagi produktivitas tanaman di daerah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persela Lamongan Rekrut Statistik Sukses, Siap Liga 2 2026
Slamet Santoso, Pemuda Banyuwangi, Menjadi Pemain Pro di Polandia
Garuda Muda Kemenangan 3‑0 di Piala AFF U‑19, Kedua Grup A
Malam 1 Muharram: Doa, Zikir, dan Refleksi Tahun Baru Islam
1.198 Jemaah Malang Kembali Dari Haji 2026, Tertib, Efisien
PENS Dorong Perguruan Tinggi Jadi Solver Masalah Sosial
Berita Terbaru
Pilot Digitalisasi Bantuan Sosial Gianyar Pakai Parlinsos
Afni‑Syamsurizal: Tahun Pertama Menurunkan Utang Siak
Medan Gelar Gemes 27‑30 Juni 2026 Rp 2,5 Miliar APBD 2026
Pengumuman Hasil Seleksi SPMB Sumsel 2026/2027: Tanggal 6 Juni
Bulan Muharram: Larangan dan Amalan yang Harus Diikuti
Persela Lamongan Rekrut Statistik Sukses, Siap Liga 2 2026
Indonesia 3-0 Timor Leste, Poin Lengkap Grup A AFF U-19 2026
I Wayan Sutama: Dari Peternak Jadi Pengusaha Bengkel Mobil
