Kotoran Tikus: Risiko Hantavirus Saat Pembersihan Rumah

Rini S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Kotoran Tikus: Risiko Hantavirus Saat Pembersihan Rumah

Gambar atau konten salah?

Membersihkan kotoran tikus dengan sapu lalu langsung bersih‑bersih tampak praktis, namun cara ini berpotensi menambah risiko kesehatan. Sapuan dapat memecah debu dan partikel urine atau kotoran tikus menjadi serbuk halus yang terbang ke udara, lalu masuk ke saluran pernapasan tanpa disadari.

Partikel kecil yang berasal dari urine dan kotoran tikus ini menjadi jalur utama penularan hantavirus pada manusia. Virus ini dibawa oleh hewan pengerat, khususnya tikus, dan dapat menyebar ketika urine, air liur, atau kotoran tikus mengering dan bercampur dengan udara.

Risiko paparan meningkat di area yang jarang dibersihkan, seperti gudang, plafon rumah, dapur, sudut ruangan, atau tempat penyimpanan barang berbentuk kardus dan tumpukan benda. Kondisi lembap dan kotor memudahkan tikus berkembang biak, sementara sisa makanan tercecer, tempat sampah terbuka, dan saluran air kotor menjadi sumber makanan sekaligus tempat berlindung bagi tikus di dalam rumah.

Menurut tinjauan dalam jurnal Viruses tahun 2023, kepadatan tikus dan sanitasi lingkungan yang buruk memiliki hubungan kuat dengan penyebaran hantavirus di permukiman. Penelitian ini menegaskan pentingnya tindakan pencegahan di tingkat rumah tangga.

U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah merinci langkah-langkah pembersihan urine dan kotoran tikus untuk mengurangi paparan hantavirus. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kenakan sarung tangan karet atau plastik sebelum memulai pembersihan area yang terpapar.
  2. Semprot urine dan kotoran dengan cairan disinfektan hingga benar-benar basah. Biarkan selama 5 menit atau sesuai petunjuk pada label disinfektan.
  3. Gunakan tisu untuk menyeka urine atau kotoran yang sudah disemprot disinfektan tadi.
  4. Buang tisu bekas pembersihan ke tempat sampah tertutup yang rutin dikosongkan.
  5. Pel area tersebut dengan disinfektan. Bersihkan semua permukaan yang berpotensi terpapar termasuk lantai, meja, lemari, dan laci.
  6. Cuci tangan saat masih memakai sarung tangan dengan sabun dan air atau disinfektan sebelum melepas sarung tangan.
  7. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah melepas sarung tangan.

Langkah-langkah ini juga ditegaskan oleh World Health Organization (WHO) dalam unggahan resmi mereka di akun Instagram pada 06 Mei 2026. WHO menekankan bahwa pembersihan yang tepat dan penggunaan perlindungan pribadi dapat menurunkan risiko penularan hantavirus.

Selain pembersihan yang benar, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting. Kebiasaan sederhana seperti rutin membuang sampah, membersihkan dapur, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, dan menjaga saluran air tetap bersih dapat membantu menurunkan risiko tikus datang dan berkembang biak di lingkungan rumah.

Area rumah yang jarang dibersihkan perlu diperiksa secara rutin agar tidak menjadi sarang tikus. Gudang, plafon, sudut ruangan, dan tempat penyimpanan barang sering menjadi lokasi tikus bersembunyi tanpa disadari. Menjaga kebersihan dan ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan dan meminimalkan tempat tinggal bagi tikus.

Setelah membersihkan rumah atau membuang sampah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sangat penting. Langkah ini membantu mengurangi perpindahan kuman dari permukaan benda ke tubuh, sehingga risiko penularan penyakit menurun.

Di Indonesia, konten tentang hantavirus sudah ada sejak lama, jauh sebelum wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Namun, jenis dan tipe virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang ada di MV Hondius. Informasi ini menegaskan bahwa hantavirus bukan masalah baru, melainkan penyakit yang sudah lama beredar di wilayah ini.

Video “Skema Skrining Pelaku Perjalanan Luar Negeri di Pintu Masuk RI Antisipasi Hantavirus” juga dipublikasikan, menunjukkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan. Meskipun tidak ada tautan langsung, video tersebut menyoroti pentingnya pengawasan dan tindakan preventif di titik masuk negara.

Dengan mengikuti langkah-langkah pembersihan yang disarankan CDC, memperkuat praktik PHBS, dan menjaga kebersihan serta ventilasi rumah, risiko penularan hantavirus dapat ditekan. Kesadaran akan cara menanggulangi kotoran tikus secara tepat menjadi kunci dalam melindungi kesehatan keluarga di tengah lingkungan yang rentan terhadap tikus.

hantavirustikussanitasipembersihanperlindungan pribadiCDCWHOPHBS

Komentar

Memuat komentar...