KSP Nasari Luncurkan Aplikasi Digital, Contoh Koperasi

Rizki W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 120 dibaca
Bisik.id
KSP Nasari Luncurkan Aplikasi Digital, Contoh Koperasi

Gambar atau konten salah?

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyambut baik transformasi digital yang dilakukan oleh KSP Nasari. Ia menilai langkah ini dapat menjadi contoh bagi koperasi di seluruh Indonesia.

Transformasi tersebut diumumkan saat peluncuran aplikasi digital berbasis white label untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Aplikasi ini menandai pertumbuhan konsisten KSP Nasari yang telah melayani lebih dari 65 ribu anggota di berbagai wilayah.

“Saya mencermati bahwa KSP Nasari menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan konsisten. Jumlah anggota telah mencapai lebih dari 65 ribu anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap KSP Nasari,” kata Ferry dalam keterangan tertulisnya pada Kamis 14 Mei 2026.

Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan daya saing koperasi di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. Langkah ini sejalan dengan arah transformasi koperasi nasional. Ferry menegaskan bahwa koperasi tidak cukup hanya menjadi lembaga simpan pinjam, melainkan harus berkembang menjadi ekosistem ekonomi rakyat yang produktif dan terintegrasi.

“Saya berharap KSP Nasari dapat terus menjadi role model koperasi yang tidak hanya kuat secara kelembagaan dan usaha, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam inovasi, digitalisasi, dan pengembangan ekosistem koperasi berbasis kolaborasi,” jelasnya.

Aplikasi KSP Nasari mencakup layanan simpan pinjam, marketplace desa, pembayaran digital, e-money, hingga pendidikan koperasi berbasis e‑learning. Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, menjelaskan bahwa aplikasi ini awalnya dikembangkan dari platform internal Nasari Digital (Nadi) yang sudah digunakan oleh sekitar 65 ribu anggota di seluruh Indonesia.

Fitur utama aplikasi tersebut meliputi layanan RAT online, kartu anggota digital, payment gateway, marketplace desa, layanan tabungan dan pinjaman, serta pelatihan koperasi berbasis digital. Frans menyoroti pasar desa sebagai inovasi yang memungkinkan warga desa memasarkan produk lokal seperti di platform e‑commerce besar.

“Teman‑teman KDKMP nantinya bisa langsung punya aplikasi digital sendiri. Jadi koperasi desa atau kelurahan dapat memiliki platform digital dengan nama masing-masing wilayah,” ujar Frans.

Ketua Harian DEKOPIN Priskhianto juga mendukung transformasi KSP Nasari. Ia menilai aplikasi tersebut mencakup banyak fitur dengan layanan yang lengkap. Namun, ia menegaskan pentingnya mitigasi risiko.

“Namun demikian, di balik berbagai keunggulan tersebut, kami juga berpesan agar KSP Nasari tetap memperhatikan aspek mitigasi risiko, khususnya dalam memberikan perlindungan dan keamanan bagi para anggota maupun calon anggota yang bergabung,” jelasnya.

Transformasi digital KSP Nasari menjadi contoh bagi koperasi lain, menyoroti pentingnya inovasi dan mitigasi risiko dalam menjaga kepercayaan anggota.

KSP Nasaritransformasi digitalaplikasi white labelkoperasi desaekosistem ekonomi rakyate-learningmitigasi risiko

Komentar

Memuat komentar...