Kue Kering dari Rumah Sabak Bernam Jadi Bisnis Populer

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Kue Kering dari Rumah Sabak Bernam Jadi Bisnis Populer

Gambar atau konten salah?

Nurul Asyiqin Mohamad Ramli adalah penjual kue asal Sabak Bernam, Selangor, Malaysia. Ia dikenal sebagai pendiri Cocokins, merek kue kering yang kini berkembang pesat di pasar lokal.

Awalnya, Nurul terinspirasi oleh kisah seorang penjual kue kering yang berhasil mencapai omzet miliaran rupiah. “Bayangkan bisa menghasilkan uang sebanyak itu hanya dari jualan kue kering. Angka itu sangat besar bagi saya dan membuat saya berpikir kenapa tidak fokus jualan cookies,” ujarnya.

Usahanya dimulai di ruang tamu rumah. Ia menjual kue dan cookies secara sederhana, lalu memutuskan untuk fokus mengembangkan bisnis kue kering dengan varian rasa seperti chocolate chip, dark chocolate, red velvet, dan pistachio.

Perjalanan bisnisnya cukup unik. Nurul terinspirasi dari kisah penjual kue kering yang memiliki omzet RM 1,8 juta atau setara Rp 7,9 miliar. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk beralih dari menjual kue biasa ke cookies sebagai produk utama.

Di awal usaha, Nurul hanya mengandalkan penjualan kecil dengan penghasilan sekitar RM 400 (Rp 1,8 juta) per bulan. Dengan modal terbatas, ia memproduksi cookies dari rumah sambil perlahan membangun jaringan pelanggan.

Bantuan dana dari Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) membantu ia membeli peralatan produksi kue yang lebih memadai. Hal ini memungkinkan produksi menjadi lebih efisien dan kualitas produk meningkat.

Meski usaha kue ini sempat terdampak pandemi COVID-19 hingga mengalami kerugian besar, Nurul tidak menyerah. Ia terus belajar pemasaran dan memperluas jangkauan bisnisnya. Salah satu inovasi yang ia hadirkan adalah cookies mini berbentuk kapsul dengan harga RM 7 (Rp 30 ribu) saja.

Kadang orang hanya ingin makan cookies dalam porsi kecil. Satu stoples cookies ukuran normal harganya bisa sekitar RM 30 (Rp 130 ribu), dan dengan harga itu orang sudah bisa membeli satu porsi makanan lengkap. Apalagi anak-anak biasanya tidak makan banyak,” jelasnya.

Konsep kemasan kapsul ini terbukti diminati pasar. Selain untuk konsumsi harian, produk tersebut juga kerap dijadikan suvenir pernikahan, dengan pesanan datang dari berbagai daerah seperti Johor dan Terengganu.

Kini, usahanya mampu memproduksi ratusan kemasan cookies setiap bulan dan mencatat penjualan hingga puluhan ribu ringgit. Omzetnya bisa mencapai RM 100.000 (Rp 435 juta) saat musim tertentu seperti Lebaran.

Ke depannya, Nurul berencana untuk fokus mendapatkan sertifikasi halal serta memperkuat merek cookiesnya di Malaysia. Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dengan tekad dan inovasi, Nurul Asyiqin Mohamad Ramli menunjukkan bahwa bisnis kue kering tidak hanya sekadar makanan, melainkan juga peluang ekonomi yang dapat tumbuh dari rumah sederhana. Ia terus menyesuaikan produk dan strategi pemasaran demi menghadapi tantangan pasar yang terus berubah.

Nurul Asyiqin Mohamad RamliCocokinskue keringcookies mini kapsulomzetsertifikasi halalpandemi COVID-19

Komentar

Memuat komentar...