Kuil Soepramaniem Nagarattar: Warisan Hindu Tertua Medan

Dedi S. · 2 min baca · 13 hari lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Kuil Soepramaniem Nagarattar: Warisan Hindu Tertua Medan

Gambar atau konten salah?

Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar di Medan adalah salah satu tempat ibadah Hindu tertua di kota ini. Kuil ini didirikan pada 1892 oleh komunitas Nagarathar, kelompok marga Chettiar yang berasal dari Tamil.

Pendeta Sad Agustin Ganesha menjelaskan bahwa dalam bahasa Tamil terdapat beberapa marga seperti Chettiar, Pillai, Gounder, dan lainnya. Khusus Nagarathar, mereka dikenal sebagai pedagang yang datang ke Medan untuk membuka usaha. “Dulu mereka datang ke Medan untuk berdagang sekaligus membuka usaha. Mereka juga dikenal seperti bank pada zaman dahulu, siapa pun yang mau meminjam bisa datang ke mereka,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.

Komunitas ini menerima hadiah tanah dari tokoh terkenal Medan, Tjong A Fie, sehingga kuil ini dapat berdiri dan terus dirawat secara turun-temurun oleh keturunan mereka. Kuil ini mampu menampung sekitar 500 umat. Meski telah beberapa kali direnovasi, bentuk asli bangunan tetap dipertahankan agar menyerupai kuil-kuil di India Selatan. “Renovasi terakhir bulan 6 (Juni 2025) kemarin dan dilakukan penyucian ulang. Renovasinya tidak banyak karena ciri khas kuil tetap dipertahankan,” kata Agustin.

Selain menjadi tempat ibadah, kuil ini juga ramai dikunjungi wisatawan religi, termasuk dari Malaysia. Banyak warga Tamil dari Malaysia datang ke Medan lalu berkunjung ke kuil Murugan. Murugan merupakan salah satu dewa yang sangat dihormati dalam tradisi Tamil, dikenal luas di India Selatan dan dipercaya membawa bahasa Tamil ke dunia.

Di dalam kuil terdapat berbagai patung dewa yang didatangkan langsung dari India, seperti Ganesha, Vishnu, Muruga, Shiva, dan Parwati. Bagian belakang kuil menampilkan patung empat orang suci dan para guru spiritual. Salah satu benda bersejarah di kuil ini adalah lonceng yang sudah ada sejak zaman Belanda. Lonceng tersebut digunakan sebagai penanda dimulainya pemujaan. “Biasanya dibunyikan tujuh kali karena dipercaya dunia ini memiliki tujuh lapisan,” ujarnya. Agustin juga menyebut lonceng serupa hanya ada di beberapa kuil tertentu di Sumatera Utara, seperti di Medan, Binjai, Lubuk Pakam, dan Kuil Mariamman.

Pada tahun 2021, Kuil Sree Soepramaniem Nagarattar resmi ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Medan. Kuil ini beralamat di Jalan Kebun Bunga No. 6, Kecamatan Medan Petisah. Untuk kunjungan, kuil dibuka pada pagi hari pukul 07.00-12.00 WIB dan sore hari pukul 17.00-20.30 WIB.

Keberadaan kuil ini menunjukkan bagaimana warisan budaya Hindu tetap hidup di Medan, memelihara tradisi, arsitektur, dan nilai spiritual yang berakar pada komunitas Nagarathar. Kuil ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah, perdagangan, dan kebudayaan yang saling terkait di kota multikultural ini.

Kuil Sree Soepramaniem NagarattarMedanNagaratharTamilTjong A FieMuruganCagar budaya

Komentar

Memuat komentar...