Kulat Pelawan Bangka: Jamur Langka, Harga Rp4 Juta/kg
Gambar atau konten salah?
Jamur truffle, yang dikenal di Eropa karena aroma khasnya dan rasa earthy, menjadi simbol kelangkaan. Harga jamur ini seringkali mencapai jutaan rupiah per kilogram, membuatnya menjadi barang mewah bagi para pencinta kuliner.
Di Indonesia, ada jamur yang juga menonjol karena nilai dan keunikan tersendiri: kulat pelawan. Jamur ini berasal dari Bangka dan menjadi incaran para chef serta para foodies yang mencari bahan eksotis.
Dalam bahasa Bangka, kata “kulat” berarti jamur, sementara “pelawan” merujuk pada jenis pohon tempat jamur ini tumbuh. Kulat pelawan tidak mudah ditemukan; ia hanya tumbuh di bawah tanah di pohon pelawan yang ada di Bangka. Kondisi tumbuhnya sangat spesifik: musim kemarau harus berlangsung minimal tiga bulan, diikuti hujan selama satu minggu. Akibatnya, jamur ini hanya muncul dua kali setahun.
Warna jamur ini pada saat segar berwarna merah muda, namun biasanya dijual dalam keadaan kering sehingga warnanya menjadi kecokelatan. Ukurannya tidak terlalu besar, dan teksturnya kenyal saat masih segar. Keunikan lain dari jamur ini adalah kebutuhan petir. Tanpa petir, jamur tidak dapat tumbuh. Ketika petir menyambar, unsur tertentu turun bersama hujan; unsur ini menempel pada pohon pelawan, dan pada hari berikutnya ketika matahari muncul, jamur mulai tumbuh.
Chef Ragil Imam Wibowo sering mengolah kulat pelawan. Ia pernah membaca bahwa jamur ini juga ditemukan di Banjarmasin, meskipun belum terverifikasi. Menurutnya, jamur segar memiliki tekstur kenyal, sebanding dengan jamur kuping dan merang. Saat dikeringkan, kulat pelawan menjadi lebih kenyal dan rasanya lebih enak.
Proses pengeringan tidak sederhana. Chef Ragil menjelaskan: “Jamur kering proses pengerjaannya minimal 15 jam sampai bisa diolah. Jamur kering harus direndam dulu di air minimal 12 jam,” katanya. “Setelah 12 jam, baru mengembang. Lalu batang yang kecil‑kecil harus dibelah karena didalamnya banyak pasir. Dibersihkan perlahan‑lahan, baru direndam lagi. Jika sudah bersih, jamur baru bisa diolah.” Menurutnya, jamur kering harus direndam minimal 12 jam, kemudian diolah setelah 15 jam proses pengerjaan. Harga kulat pelawan dapat mencapai Rp 4 juta per kilogram.
Di Bangka, kulat pelawan biasanya dimasak menjadi gulai bersama ayam atau udang. Gulai ini memiliki tekstur kental mirip kari dan sering disajikan di acara besar seperti pernikahan. Ada juga yang membuat sup. Chef Ragil lebih suka membuat hidangan istimewa yang menonjolkan rasa jamur ini, sehingga ia memilih bahan-bahan lain yang dapat menambah keistimewaan.
Secara keseluruhan, kulat pelawan menunjukkan betapa Indonesia memiliki sumber daya alam yang unik dan berharga. Dari kondisi tumbuh yang sangat terbatas hingga proses pengeringan yang rumit, jamur ini tetap menjadi pilihan premium bagi para koki dan pecinta kuliner yang mencari cita rasa yang berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
