Kuliner Pansela: Coba Nasi Cikur hingga Pecel Gudeg

Kartika D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Kuliner Pansela: Coba Nasi Cikur hingga Pecel Gudeg

Gambar atau konten salah?

Bagi pemudik yang memilih melintasi jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa sebagai alternatif, perjalanan akan disuguhi pemandangan menarik dan potensi kemacetan yang lebih rendah. Jalur ini juga menawarkan kesempatan untuk singgah dan mencicipi berbagai kuliner khas daerah.

Menjelang hari raya, banyak warga Indonesia melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman. Jika tujuannya ke wilayah Jawa, jalur Pansela sering menjadi pilihan. Selain menawarkan pemandangan alam, jalur alternatif ini menyimpan banyak makanan lezat yang patut dicoba.

Rekomendasi kuliner di sepanjang jalur Pansela meliputi hidangan unik dari beberapa kota:

Kuliner di Jawa Barat: Nasi Cikur Tasikmalaya

Saat melintasi Jawa Barat, persinggahan di Tasikmalaya bisa diisi dengan mencicipi nasi cikur. Berbeda dari nasi liwet atau uduk, nasi ini dimasak menggunakan cikur atau kencur muda yang dihaluskan. Bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, dan sedikit cabai dicampurkan, menghasilkan rasa gurih dengan aroma cikur yang kuat. Biasanya disajikan dalam kondisi "basah" dan berminyak.

Lauk pendampingnya beragam, meliputi ikan asin goreng, ikan peda, ayam goreng, paru goreng, tahu, tempe, serta sambal. Beberapa tempat yang dikenal menyajikan nasi cikur di Tasikmalaya antara lain Warung Nasi Cikur Bu Eti, Warung Nasi cikur Mang Ucup, dan Warung Nasi Cikur Hj. Yayah.

Jawa Tengah: Yutuk Goreng Kebumen dan Mangut Beong Magelang

Memasuki Jawa Tengah, Kebumen menawarkan yutuk goreng. Makanan ini dibuat dari hewan krustasea kecil yang hidup di pasir pantai, sering disebut undur-undur laut. Hewan ini digoreng hingga renyah dan dibumbui. Yutuk goreng dapat ditemukan di sekitar kawasan Pantai Petanahan atau Pantai Karangbolong. Harganya relatif terjangkau, sekitar Rp 10.000 per ons.

Destinasi selanjutnya di Jawa Tengah adalah Magelang. Di sini, mangut beong menjadi sajian khas. Ikan beong adalah ikan endemik Sungai Progo. Proses memasaknya mirip mangut lele, yaitu dimasak dalam kuah santan pedas kaya rempah. Bagi yang ingin mencoba, beberapa rumah makan seperti Rumah Makan Sehati Selera Pedas Borobudur dan Rumah Makan Omah Kayoman menyediakan menu ini, dengan beberapa tempat masih mempertahankan metode memasak tradisional.

Jawa Timur: Orem-Orem Malang dan Pecel Gudeg Jember

Di Jawa Timur, Malang menyajikan orem-orem selain bakso atau sate gebug yang terkenal. Orem-orem terdiri dari irisan ketupat yang disiram kuah santan kental berbumbu rempah. Hidangan ini disantap bersama tempe goreng dan ayam, sering ditambah tauge. Pelengkapnya bisa berupa mendol atau perkedel.

Tempat populer untuk menikmati orem-orem di Malang termasuk Orem-Orem Arema yang menyajikan rasa klasik, dan Orem-Orem H. Abdul Manan yang sudah beroperasi sejak tahun 1967. Satu porsi biasanya berisi ketupat, tempe, tauge, dan siraman kuah santan gurih.

Di ujung jalur Pansela, Jember menawarkan pecel gudeg. Hidangan ini memadukan pecel (kacang panjang dan kecambah disiram sambal kacang pedas), sepotong daging ayam, telur, dan gudeg dari nangka muda. Tambahan sambal goreng krecek dan rempeyek kacang melengkapi rasa gurih asin khas Jawa Timur. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah Gudeg Lumintu, yang menawarkan gudeg pecel campur dengan harga sekitar Rp 15 ribuan per porsi.

Perjalanan melintasi jalur Pansela Jawa menawarkan kesempatan menikmati beragam makanan khas daerah yang disiapkan dengan bumbu dan cara pengolahan lokal.

MudikJalur PanselaKuliner JawaNasi CikurYutuk GorengMangut BeongOrem-OremPecel Gudeg

Komentar

Memuat komentar...