Kunjungan Lebaran Bromo Mencatat Lonjakan 30% Pada 22 Maret
Gambar atau konten salah?
Lonjakan kunjungan wisata ke Gunung Bromo pada momen Lebaran Idulfitri 2026 tiba-tiba menjadi sorotan media sosial. Foto yang beredar menampilkan deretan jip wisata yang mengular panjang di akses masuk Gunung Bromo dari Simpang Dingklik, Kabupaten Pasuruan, pada hari Minggu, 22 Maret 2026.
Antrean kendaraan ini menjadi bukti nyata antusiasme masyarakat yang memilih menghabiskan libur Lebaran di kawasan taman nasional. Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Hendra Wisantara, mengonfirmasi bahwa kunjungan selama momen Lebaran memang meningkat sangat signifikan.
“Lonjakan kunjungan wisata selama momen lebaran Idulfitri ini mencapai hampir 30-40% dibanding hari-hari biasa,” ujar Hendra saat dikonfirmasi pada Senin, 23 Maret 2026.
Hendra menjelaskan bahwa kepadatan mulai terlihat sejak malam Minggu yang didominasi oleh kendaraan roda dua. Lonjakan ini diprediksi masih akan terus berlanjut hingga Selasa, mengingat masa libur yang akan segera usai. “Tadi malam, Minggu, 22 Maret 2026 sudah mulai banyak didominasi roda dua. Karena lusa sudah masuk kerja,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi situasi ini, Balai Besar (BB) TNBTS telah menambah kuota kunjungan dari 2.752 orang menjadi 3.752 orang per hari.
Berikut data kunjungan selama libur Lebaran ke Gunung Bromo, mulai 21 Maret 2026 sampai dengan 23 Maret 2026 pukul 11.30 WIB. Total tercatat 14.886 wisatawan. Pada 21 Maret 2026, wisatawan lokal 884 orang, wisatawan mancanegara 50 orang, dengan total 934 orang. Pada 22 Maret 2026, jumlah wisatawan lokal 5.584 orang, wisatawan mancanegara 126 orang, sehingga total ada sebanyak 5.710 wisatawan. Pada 23 Maret 2026, ada sebanyak 8.141 wisatawan lokal dan 101 wisatawan mancanegara, total ada 8.242 wisatawan berkunjung ke Gunung Bromo hari ini.
Rudijanta Tjahja Nugraha, kepala BB TNBTS, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengaturan lalu lintas khusus serta menyiagakan 60 personel gabungan di titik rawan seperti Simpang Dingklik dan Jemplang. “Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan, kami telah menyiagakan 60 personel gabungan untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik,” tegas Rudijanta.
Di lapangan, Rudijanta menyebutkan adanya pemeriksaan ketat di pertigaan Cemorolawang menuju Seruni Point. Bagi kendaraan yang belum melakukan booking online akan diarahkan ke jalur Seruni Point, sementara bagi yang sudah melakukan booking, tetapi jumlah tiket tidak sesuai dengan jumlah peserta akan diarahkan ke jalur Mentigen untuk penyesuaian. “Bagi kendaraan yang belum melakukan booking online akan diarahkan ke jalur Seruni Point, sementara bagi yang sudah melakukan booking, tetapi jumlah tiket tidak sesuai dengan jumlah peserta akan diarahkan ke jalur Mentigen untuk penyesuaian,” urainya.
Rudijanta juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di kawasan konservasi tersebut. Ia mengimbau seluruh pengunjung datang lebih awal sesuai jadwal booking dan mematuhi aturan antrean. “Kami menghimbau seluruh pengunjung untuk datang lebih awal sesuai jadwal booking, mematuhi aturan antrean di pintu masuk, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” pungkasnya. Selain itu, demi keselamatan bersama, wisatawan diminta menghindari lokasi rawan bencana di sekitar alat pemantauan PVMBG di kawasan Kaldera Bromo.
Dengan langkah-langkah tersebut, pihak TNBTS berharap kunjungan Lebaran dapat berlangsung teratur dan aman. Data yang tercatat menunjukkan peningkatan signifikan, namun tetap diatur agar tidak menimbulkan kerusuhan atau bahaya bagi pengunjung dan lingkungan. Kegiatan ini mencerminkan bagaimana manajemen taman nasional beradaptasi dengan lonjakan kunjungan musiman, menjaga keseimbangan antara kepentingan wisatawan dan pelestarian alam.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
