Kunjungan Prabowo ke TPST BLE Kaliori, Proses Pembuatan

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Kunjungan Prabowo ke TPST BLE Kaliori, Proses Pembuatan

Gambar atau konten salah?

Prabowo Subianto tiba di TPST BLE Kaliori di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas pada 28 April 2026 pukul 13.50 WIB. Ia menggunakan kendaraan Maung dan didampingi oleh beberapa pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Letkol Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Sesampainya, Prabowo langsung mendengarkan presentasi dari Kepala UPTD TPST BLE Banyumas, Edy Nugroho yang didampingi Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Ia menelusuri proses pengolahan sampah selama sekitar tiga puluh menit sambil mengikuti penjelasan. Di sana, TPST BLE memproduksi berbagai produk bernilai ekonomis, seperti paving blok, genting, dan maggot kering yang dijadikan pakan ternak.

Setelah itu, rombongan beralih ke hanggar tempat sampah dipilah. Di sana, Prabowo mengamati proses pemilahan yang menggunakan mesin. Selama berada di TPST, ia tidak memakai masker. Meskipun bau tidak sedap kadang tercium ketika angin berhembus, ia tampak tidak terganggu. Seorang ajudan menawarkannya masker putih, namun ia hanya mengenakannya sebentar sebelum melepasnya lagi sambil berbincang.

Setelah kunjungan, Bupati Sadewo mengaku pernah berbincang dengan Prabowo mengenai penggunaan masker. Menurutnya, Prabowo tidak merasa bau di area tumpukan sampah. “Tadi sempat ngobrol (Prabowo tidak pakai masker) dia tidak kebauan mungkin debunya (masih ada),” kata Sadewo kepada wartawan pada 28 April 2026.

Setelah TPST, Prabowo melanjutkan kunjungannya ke makam kakeknya, Margono Djojohadikusumo, yang terletak di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas. Ia berziarah di sana sebelum kembali ke tugasnya.

TPST BLE Kaliori berfokus pada pengolahan sampah berbasis lingkungan dan edukasi. Prosesnya mencakup pemilahan, pengolahan organik menjadi kompos, serta produksi barang bernilai tambah. Pabrik ini juga menyediakan maggot kering sebagai pakan ternak, menambah nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pengunjung, termasuk pejabat tinggi, dapat melihat langsung bagaimana sampah diubah menjadi produk yang berguna. Kunjungan ini menyoroti upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan sampah dan menciptakan lapangan kerja melalui teknologi sederhana. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Prabowo SubiantoTPST BLE KalioriPengelolaan sampahPaving blokMaggot keringPakan ternakPartisipasi publik

Komentar

Memuat komentar...