Kurban Krajan: Kambing Lebih Banyak, Harga Murah di Banjar

Ika P. · 2 min baca · 8 hari lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Kurban Krajan: Kambing Lebih Banyak, Harga Murah di Banjar

Gambar atau konten salah?

Di Dusun Krajan, Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, tradisi kurban selalu menghasilkan daging yang melimpah setiap tahunnya. Panitia kurban di wilayah ini memprediksi bahwa tahun ini kambing akan lebih banyak dibandingkan sapi, dan alasan di balik prediksi tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Panitia Kurban Krajan, Fauzi Santoso.

Menurut Fauzi, belum ada data jumlah hewan kurban yang terkumpul. “Belum ada (data hewan kurban) yang masuk. (Diprediksi) banyak yang tadinya kurban lembu, tahun ini pindah ke kambing,” jelasnya saat dihubungi pada Senin, 25 Mei 2026.

Fauzi menjelaskan bahwa keputusan warga untuk memilih kambing didorong oleh harga yang lebih terjangkau. “Sekarang untuk harga kambing Rp 2,5 juta itu sudah bagus, sudah besar. Kalau sapi itu ya kayak sekitar paling kecil, per orang sekitar Rp 3 juta. Jadi kalau perkiraan harga sapinya sekitar Rp 28 juta,” katanya.

Data tahun lalu menunjukkan bahwa jumlah kambing yang dikurbankan mencapai 280 ekor, sementara lembu hanya 64 ekor. “Kalau tahun kemarin kan kambingnya 280, lembunya itu 64,” tambahnya.

Mayoritas penduduk di wilayah Krajan bekerja sebagai petani. Karena itu, harga hasil panen yang menurun dapat memengaruhi penghasilan mereka dan, secara langsung, jumlah hewan kurban yang dapat mereka berikan. “Kalau di sini mayoritas petani. Kalau harga sayur kurang bagus itu tetap pengaruh juga. Walaupun itu tetap mau berkurban, walaupun dengan kambing, yang biasa pakai lembu,” jelas Fauzi.

Walau begitu, Fauzi tetap optimis jumlah daging kurban tahun ini setidaknya akan setara dengan tahun 2025. Pada 2025, daging kurban di Batur mencapai 25 ton. “Kalau tahun kemarin sekitar 25 ton. (Diprediksi tahun ini jumlah daging kurban setidaknya sama dengan tahun kemarin?) Iya, insyaallah,” ujarnya.

Untuk persiapan kurban 2026, panitia telah menentukan tempat pengumpulan daging. Proses penyembelihan hewan akan dilakukan di masing-masing musala, masjid, dan lapangan. “Nanti tempat pengumpulan dagingnya di gedung Muhammadiyah. (Penyembelihan hewan kurban) Di masing-masing musala, masjid, di lapangan ada,” pungkas Fauzi.

Dengan harga kambing yang lebih bersahabat dan peningkatan jumlah petani yang masih berusaha mempertahankan penghasilan, diharapkan kurban tahun ini tetap menjadi tradisi yang kuat di Banjarnegara. Kegiatan ini tidak hanya menambah daging bagi keluarga, tetapi juga membantu menjaga kesejahteraan petani lokal melalui penjualan hewan kurban.

KurbanBanjarnegarakambingsapipetaniharga hewantradisi

Komentar

Memuat komentar...