Kurkumin Lebih Kuat dari Ginseng, Butuh Standar BPOM

Rudi H. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Kurkumin Lebih Kuat dari Ginseng, Butuh Standar BPOM

Gambar atau konten salah?

Taruna Ikrar, kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, berbicara tentang potensi herbal dan jamu di Indonesia pada Selasa, 2 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa kualitas herbal Indonesia tidak kalah dengan negara lain, contohnya ginseng dari Korea Selatan.

“Ginseng itu kan sebenarnya bagian dari tumbuhan juga. Nah, tentu untuk bersaing, kita punya potensi yang sangat besar,” ujar Taruna ketika ditemui awak media di Kantor BPOM, Jakarta Pusat.

Salah satu senyawa yang ia anggap sangat menjanjikan adalah kurkumin. Senyawa bioaktif alami golongan polifenol ini dapat ditemukan dalam kunyit dan temulawak. Menurutnya, ginseng memiliki potensi sebagai vasodilator atau meningkatkan sirkulasi darah.

“Tapi kurkumin jauh lebih kuat lagi, yang berhubungan dengan potensi antioksidan, selain itu juga vasodilator, dia juga punya potensi yang pengobatan atau anti-inflamasi,” ujar Prof Taruna. Ia menambahkan, “Artinya baru satu poin aja dari kurkumin kita sudah bisa mengalahkan ginseng. Tapi kenapa belum? Karena belum dikelola secara maksimal.”

Taruna mencontohkan banyak jenis jamu yang bisa digunakan sebagai “obat awet muda”. Efek ini dapat didapatkan dari kunyit, jahe, dan temulawak. “Karena kandungan alkaloid yang di dalam apalagi kalau sudah diekstrak, bisa berpotensi, selain anti-inflamasi, ada antioksidan, free‑radikalnya hilang, akhirnya lebih awet dan fresh. Bisa juga dikembangkan untuk pemakaian luar, untuk kosmetik dan sebagainya,” tandasnya.

Secara keseluruhan, Taruna menekankan perlunya standar dan pengelolaan maksimal untuk memanfaatkan potensi herbal Indonesia, sehingga produk-produk alami ini dapat bersaing di pasar global.

BPOMherbalginsengkurkuminjamufarmasiantioksidanstandar

Komentar

Memuat komentar...