Lagu Ibu Kita Kartini: Sejarah, Pendidikan, Inspirasi 1929 Perjuangan

Iwan D. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Lagu Ibu Kita Kartini: Sejarah, Pendidikan, Inspirasi 1929 Perjuangan

Gambar atau konten salah?

Ibu Kita Kartini adalah lagu yang selalu mengisi udara setiap kali bulan April tiba. Lagu ini bukan hanya lagu wajib nasional untuk menghormati perjuangan Raden Ajeng Kartini, tetapi juga menjadi bahan ajar bagi anak-anak yang baru belajar alat musik, khususnya pianika.

Alunan nada yang sederhana namun menyentuh membuat not angka lagu ini mudah dipelajari oleh berbagai kalangan. Mulai dari siswa sekolah dasar hingga orang dewasa, semua dapat memainkan lagu ini tanpa kesulitan. Begitu pula, lagu ini sering diputar di acara peringatan Hari Kartini, menegaskan kembali peran penting Kartini dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Berikut adalah notasi angka lengkap beserta liriknya, yang dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin memainkannya di pianika atau piano:

1 . 2 3 4 | 5 . 3 1 | 6 . 1 7 6 | 5

Ibu kita Kartini, putri sejati

4 . 6 5 4 | 3 . 1 . | 2 . 4 3 2 | 1

Putri Indonesia, harum namanya

1 . 2 3 4 | 5 . 3 1 | 6 . 1 7 6 | 5

Ibu kita Kartini, pendekar bangsa

4 . 6 5 4 | 3 . 1 . | 2 . 4 3 2 | 1

Pendekar kaumnya, untuk merdeka

4 . 3 4 6 | 5 6 5 3 1 3 | 2 3 4 5 | 3

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia

4 . 3 4 6 | 5 6 5 3 1 3 | 2 4 7 2 | 1

Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

1 . 2 3 4 | 5 . 3 1 | 6 . 1 7 6 | 5

Ibu kita Kartini, putri Jauhari

4 . 6 5 4 | 3 . 1 . | 2 . 4 3 2 | 1

Putri yang berjasa, se-Indonesia

1 . 2 3 4 | 5 . 3 1 | 6 . 1 7 6 | 5

Ibu kita Kartini, putri yang suci

4 . 6 5 4 | 3 . 1 . | 2 . 4 3 2 | 1

Putri yang merdeka, cita-citanya

4 . 3 4 6 | 5 6 5 3 1 3 | 2 3 4 5 | 3

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia

4 . 3 4 6 | 5 6 5 3 1 3 | 2 4 7 2 | 1

Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

1 . 2 3 4 | 5 . 3 1 | 6 . 1 7 6 | 5

Ibu kita Kartini, pendekar putri

4 . 6 5 4 | 3 . 1 . | 2 . 4 3 2 | 1

Pendekar kaum ibu, se-Indonesia

1 . 2 3 4 | 5 . 3 1 | 6 . 1 7 6 | 5

Ibu kita Kartini, penyuluh budi

4 . 6 5 4 | 3 . 1 . | 2 . 4 3 2 | 1

Penyuluh bangsanya, karna citanya

4 . 3 4 6 | 5 6 5 3 1 3 | 2 3 4 5 | 3

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia

4 . 3 4 6 | 5 6 5 3 1 3 | 2 4 7 2 | 1

Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia

Dengan not angka dan lirik lengkap di atas, para pemusik amat muda dapat langsung mencoba memainkannya. Namun, apa sebenarnya makna di balik lagu ini?

Menurut buku "Panduan Guru Seni Musik" karya Turino dan A Budiyanto, lagu Ibu Kita Kartini diciptakan oleh maestro Wage Rudolf (W.R.) Supratman pada tahun 1929. Supratman, yang juga menulis lagu kebangsaan Indonesia Raya, menulis lagu ini sebagai bentuk kekaguman terhadap keberanian R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan.

Selain sebagai lagu kebangsaan, Ibu Kita Kartini juga berfungsi sebagai pengingat akan jasa besar Kartini. Dalam buku "Indonesia Pusaka" karya Sopan Adrianto, lagu ini dijelaskan sebagai:

  • Emansipasi Wanita: Karena pemikiran Kartini, wanita Indonesia kini memiliki hak yang setara dengan laki‑laki, baik dalam pendidikan maupun karier.
  • Keberanian Bermimpi: Lirik “putri yang merdeka cita‑citanya” menggambarkan keberanian Kartini mendobrak aturan konservatif di zamannya.
  • Sosok Penyuluh: Kartini dianggap sebagai “penyuluh budi” yang membuka jalan terang bagi kemajuan bangsa melalui pemikiran‑pembikannya yang maju.

Seiring berjalannya waktu, lagu ini tetap relevan dan sering diputar di berbagai acara. Ia menjadi simbol semangat dan inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan berjuang demi kemajuan bangsa.

Dengan not angka yang mudah diikuti dan lirik yang mengandung pesan kuat, Ibu Kita Kartini tidak hanya menjadi lagu yang diingat, tetapi juga menjadi alat pembelajaran yang efektif. Bagi siapa pun yang ingin merayakan Hari Kartini atau sekadar menambah repertoar musik, lagu ini menawarkan kombinasi sederhana dan mendalam.

Kesimpulannya, Ibu Kita Kartini adalah lagu yang memadukan sejarah, pendidikan, dan kebanggaan nasional. Diciptakan oleh Wage Rudolf (W.R.) Supratman pada tahun 1929, lagu ini terus menginspirasi orang tua, guru, dan siswa untuk menghargai perjuangan Raden Ajeng Kartini serta memperjuangkan hak perempuan di Indonesia.

Ibu Kita KartiniRaden Ajeng KartiniWage Rudolf Supratmannot angkahak perempuanpendidikanHari Kartini

Komentar

Memuat komentar...