Lammes Candies Tutup Cabang di Texas, 141 Tahun Berakhir
Gambar atau konten salah?
Tekanan ekonomi yang terus meningkat membuat jaringan toko permen ini menutup pintunya, meski toko tersebut sudah menjadi favorit sejak lebih dari seratus tahun lalu.
Belakangan ini banyak usaha kuliner, dari kafe hingga toko roti, memutuskan tutup permanen. Penyebabnya beragam: biaya operasional yang melonjak, kurangnya penerus usaha, dan perubahan perilaku konsumen. Namun tekanan ekonomi yang tinggi, ditandai dengan penurunan daya beli dan kenaikan biaya tetap, menjadi faktor utama banyak toko makanan legendaris terpaksa menutup.
Lammes Candies, toko permen yang sangat populer di Texas, Amerika Serikat, menjadi contoh nyata. Enam dari tujuh cabang dikabarkan akan ditutup, sementara cabang terakhir di Airport Boulevard, Austin, akan tetap dibuka sampai persediaan produk habis, menurut laporan yang diposting pada 30 April 2023.
Jaringan toko permen tersebut mengonfirmasi berita ini melalui postingan di Instagram. Mereka menjelaskan bahwa keputusan penutupan didorong oleh tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun sudah memiliki nama besar dan banyak cabang tersebar, bisnis kuliner lawas ini tetap rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi.
Lammes Candies berdiri pada 10 Juli 1885, dikelola oleh keluarga secara turun temurun. Toko ini dikenal dengan kudapan manis buatan tangan, seperti cokelat, pecan, karamel longhorns, hingga stroberi dicelup cokelat. Produk terlarisnya adalah Texas Chewie Pecan Praline, pertama kali diproduksi pada 1892.
Menurut pernyataan resmi di Instagram, perusahaan telah melakukan evaluasi cermat terhadap perubahan pasar dan operasional jangka panjangnya. Setelah pertimbangan matang, pemilik memutuskan sulit namun akhirnya menghentikan operasional toko.
“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Lammes Candies lebih dari sekadar bisnis, ini adalah warisan keluarga yang telah berlangsung selama beberapa generasi,” ujar tim pemilik jaringan toko permen tersebut.
Mereka mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan, pelanggan, dan komunitas atas dukungan yang tak pernah berhenti selama 141 tahun terakhir. Perusahaan juga menyatakan akan mendukung karyawan selama proses transisi.
“Lammes Candies menyampaikan apresiasi yang tulus kepada staf yang berdedikasi, pelanggan setia, dan masyarakat luas yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan selama lebih dari satu abad,” tulis pernyataan tersebut.
Berita penutupan membuat banyak penggemar sedih. Namun tidak sedikit yang memberi dukungan penuh atas keputusan tersebut. Seorang netizen berkomentar, “Toko permen terbaik! Keluarga saya selalu membeli permen lezat Anda sejak saya kecil. Sangat sedih mendengar berita ini.”
Netizen lain menambahkan, “Saya telah memberikan permen Lammes kepada teman, keluarga, dan kenalan dari seluruh dunia selama saya tinggal di Austin (24 tahun sekarang). Terima kasih atas semua yang telah Anda berikan kepada Austin,” ujar netizen tersebut.
Selain membuka cabang terakhirnya di bandara Austin, Lammes Candies masih melakukan penjualan online selama stok masih tersedia. Pelanggan dapat memesan produk melalui situs resmi mereka, meski tidak ada link yang dapat diakses secara langsung dalam berita ini.
Perusahaan ini didirikan oleh William Wirt Lamme pada 1878. Awalnya bernama Red Front Candy Factory, berlokasi di Austin. Lamme kehilangan bisnisnya dalam permainan judi pada 1885, namun putranya, David Turner Lamme, mampu melunasi hutang judi tersebut dan mengambil alih kembali bisnis ini.
Akhirnya Lammes Candies resmi dibuka pada 10 Juli 1885 dan telah dioperasikan oleh keluarga sejak saat itu. Toko ini juga awalnya menjual es krim sebelum akhirnya berekspansi ke cokelat pada 1965.
Situasi ini menyoroti betapa rentannya bisnis tradisional terhadap perubahan ekonomi. Meskipun memiliki warisan panjang, tekanan biaya tetap dan penurunan daya beli konsumen dapat menuntut keputusan sulit, seperti penutupan sebagian cabang. Namun, dukungan pelanggan dan karyawan tetap menjadi bagian penting dari cerita ini, menegaskan bahwa warisan keluarga masih dihargai bahkan ketika masa depan bisnis berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Londo Kampung Nikmati Pasar Blauran Baru dengan Rp 50.000
Buket Brokoli Prewedding Viral, Hemat dan Ramah Lingkungan
Ghibli's Table: Resep Ramen & Minuman Spesial Ponyo
Makanan Sederhana Dulu, Kini Warisan Kuliner Nasional
One Satrio Jadi Destinasi Kuliner Jakarta Selatan Penuh
Berita Terbaru
