Lamongan Siap Puncak Suhu 35°C Musim Kemarau, Warga Pekerja Peringatan

Guntur P. · 2 min baca · 24 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Lamongan Siap Puncak Suhu 35°C Musim Kemarau, Warga Pekerja Peringatan

Gambar atau konten salah?

Lamongan di pesisir utara Jawa Timur diprediksi menjadi daerah dengan suhu paling panas saat puncak musim kemarau nanti. BMKG menyebut wilayah ini berpotensi mencapai suhu hingga 35 derajat celsius.

Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, mengatakan suhu panas di Jawa Timur saat ini masih berkisar antara 33 hingga 34 derajat celsius berdasarkan pengamatan dari 12 stasiun cuaca. Namun, Lamongan sering mencatat suhu lebih tinggi dibanding wilayah lain. “Biasanya kalau dari data alat pengamatan AWS (Automatic Weather Station), itu biasanya cenderung lebih tinggi (suhu) wilayah sekitaran Lamongan,” kata Rendy.

Menurutnya, saat puncak musim kemarau nanti suhu di Lamongan bisa tembus 35 derajat celsius. Kondisi itu dipengaruhi letak geografis Lamongan yang berada di kawasan pesisir dengan tutupan awan cenderung rendah saat musim kemarau.

“Lamongan lebih panas emang biasanya. Karena emang lokasinya kan selain cenderung daerah pesisir, tutupan awannya cukup rendah untuk wilayah Lamongan selama periode musim kemarau sehingga intensitas pemanasannya juga cukup tinggi,” ujarnya. “Dari rata-ratanya itu biasanya ketika nanti di puncak musim kemarau, itu bisa sampai 35 derajat kalau untuk Lamongan,” imbuh Rendy.

Meskipun puncak kemarau diperkirakan masih beberapa pekan lagi, hawa panas di Lamongan sudah mulai terasa menyengat dalam beberapa hari terakhir. Matahari saat siang terasa seperti ‘menempel’ di atas kepala, terutama bagi warga yang bekerja di luar ruangan.

Hosea, pekerja di kawasan pesisir Paciran, Lamongan, mengaku panas paling terasa saat tengah hari hingga awal sore. “Terutama jam 12 sampai jam 2 siang. Panasnya itu kayak panas kering,” kata Hosea kepada detikJatim, Minggu (10/5/2026). Menurutnya, suhu panas di wilayahnya pada Minggu (10/5/2026) bahkan mencapai sekitar 33 derajat celsius.

Sebagai pekerja lapangan, ia harus tetap beraktivitas di tengah terik matahari meski kulitnya menjadi belang akibat paparan panas. “Pakai sarung tangan pasti, tapi tangan tetap belang (karena panas),” ujarnya.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama pekerja luar ruangan, untuk mengurangi paparan matahari langsung pada pukul 11.00-13.00 WIB yang menjadi waktu dengan intensitas sinar UV tertinggi. Warga juga diminta menggunakan pelindung diri seperti sunscreen, topi, dan pakaian lengan panjang, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.

Dengan suhu yang terus naik, warga Lamongan diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas harian dan melindungi diri dari panas terik, sehingga kesehatan tetap terjaga selama musim kemarau.

Lamonganmusim kemarausuhu panasBMKGsuhu 35 derajatpaparan sinar UVdehidrasi

Komentar

Memuat komentar...