Lampung Panas dan Gerah, BMKG Waspada Hujan Singkat

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Lampung Panas dan Gerah, BMKG Waspada Hujan Singkat

Gambar atau konten salah?

Lampung mengalami suhu lebih panas dan gerah di beberapa wilayah akhir pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh masa pancaroba, fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Lampung saat ini sedang mengalami masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan arah angin yang berubah-ubah dan cenderung lemah, curah hujan mulai berkurang, serta tutupan awan yang semakin sedikit,” katanya, Sabtu, 02 Mei 2026.

Minimnya tutupan awan membuat sinar matahari lebih leluasa menyinari permukaan bumi. Akibatnya, suhu udara meningkat lebih cepat, terutama pada pagi hingga siang hari.

“Dengan berkurangnya tutupan awan, sinar matahari dapat langsung menyinari permukaan bumi. Hal ini menyebabkan suhu udara terasa lebih terik dari biasanya, terutama pada siang hari,” ujarnya.

BMKG mencatat suhu udara harian di Lampung saat ini rata-rata mencapai 33 derajat Celsius. Meski belum tergolong ekstrem, kondisi tersebut membuat cuaca terasa lebih panas. Selain itu, tingkat kelembapan udara yang masih tinggi membuat gerah terasa lebih intens.

“Udara yang lembap menyebabkan tubuh terasa lebih gerah karena keringat tidak mudah menguap. Ditambah lagi angin yang relatif lemah membuat sirkulasi udara kurang lancar, sehingga panas terasa terperangkap,” jelas Rudi.

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Lampung mulai memasuki awal musim kemarau pada Mei 2026. Meski begitu, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal selama masa pancaroba.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, termasuk hujan singkat disertai angin kencang pada sore hingga malam hari.

“Warga diimbau memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung saat beraktivitas di bawah sinar matahari langsung, serta menghindari aktivitas berat pada siang hari,” pungkasnya.

Perubahan cuaca ini menandai transisi penting bagi wilayah Lampung. Sementara suhu dan kelembapan masih tinggi, peralihan menuju musim kemarau diharapkan dapat menurunkan intensitas hujan, namun tetap perlu kewaspadaan terhadap hujan singkat dan angin kencang.

Lampungsuhu panaspancarobamusim kemarauBMKGkelembapan tinggigerah

Komentar

Memuat komentar...