Landslide di Blora Hancurkan Empat Rumah di RT 02

Dewi M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Landslide di Blora Hancurkan Empat Rumah di RT 02

Gambar atau konten salah?

Blora, 14 April 2026 – Tanah longsor menimpa Desa Kemiri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Empat rumah warga di lingkungan RT 02/RW 01 mengalami kerusakan serius. “Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya empat rumah warga di lingkungan RT 02/RW 01 mengalami kerusakan serius setelah tanah pondasi bangunan amblas tergerus longsor,” ujar Kasi Humas Polres Blora, AKP Midiyono.

Amblesnya tanah dipicu curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Jepon pada Minggu, 12 April 2026, sekitar pukul 04.30 WIB. Midiyono menyebut warga setempat berinisial AK (31) sempat mendengar suara retakan pada bangunan rumahnya. “Mengetahui tanah mulai amblas, ia segera mengevakuasi anak dan istrinya untuk keluar menyelamatkan diri,” tambahnya.

Curah hujan tinggi juga berlangsung di sore hari, menambah tekanan pada tanah. Tiga rumah lainnya, milik S, K, dan R, terdampak hingga mengalami kerusakan pada struktur bangunan. “Kondisi semakin parah saat hujan lebat kembali mengguyur pada sore hari yang mengakibatkan pergerakan tanah susulan,” jelas Midiyono.

Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung menuju lokasi. Mereka membantu mengevakuasi barang berharga dan mengamankan area. “Sebagai langkah awal, warga setempat bersama petugas berupaya menyangga bangunan yang miring menggunakan tiang darurat guna mengantisipasi kerusakan lebih lanjut,” kata Midiyono.

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan dampak bencana lebih lanjut. “Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan longsor, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Blora,” tutup Midiyono.

Sementara itu, seorang warga, Suparjan, mengaku rumahnya terdampak longsor. Ia mengatakan pergerakan tanah sudah terjadi sekitar satu minggu, paling parah tiga hari terakhir. “Longsor sudah satu minggu paling parah, dan tiga hari terakhir yang sampai rumah belakang dan kamar mandi terbawa,” ucapnya.

Suparjan menambahkan, tanah setiap harinya bergerak hingga fondasi dan konstruksi rumah, bahkan genteng berjatuhan. “Pagi, siang, hingga malam terus gerak. Namun terasa bangunan retak pada empat hari yang lalu kemudian disusul ada genteng berjatuhan, tanah terus bergerak,” jelasnya.

Menurutnya, pergerakan tanah dipicu oleh bendungan di belakang rumahnya yang sudah tidak berfungsi lagi. “Pergerakan ini karena sayap bendungan dan irigasi sudah tidak fungsi lagi, kemudian air mengikis tanah dan lama kemalaman mengikis sebagian pondasi pondasi rumah,” ucapnya.

Suparjan menyebut bahwa empat rumah dengan empat kepala keluarga terdampak. Sebagian dari mereka sudah mengungsi ke rumah saudara. “Saya yang terakhir. Ini mau mengungsi. Mau mengungsi ke rumah simbah yang berada di Brumbung (Desa di Kecamatan Jepon),” ucapnya.

Dengan kondisi tanah yang masih bergerak, warga di wilayah Blora diingatkan untuk tetap waspada. Bencana tanah longsor ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, terutama di daerah rawan, dan perlunya koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat untuk mengurangi risiko dan dampak yang lebih besar di masa depan.

Bloratanah longsorcurah hujan tinggievakuasi rumahbendungankepolisiankesiapsiagaan

Komentar

Memuat komentar...