Larung Pelita 2570 BE: Menyaksikan Lampu Lentera Progo
Gambar atau konten salah?
Prosesi larung pelita purnama sidhi rangkaian Waisak Nasional 2570 BE/2026 dilangsungkan di Sungai Progo, wilayah Brojonalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan doa bersama. Doa dipimpin tokoh agama Buddha dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI).
Setelah doa, penonton disuguhkan tarian api yang mempersiapkan suasana. Ribuan orang berkumpul di tepi sungai, menanti lampu-lampu bersinar di malam hari.
Prosesi larung melibatkan lima gunungan. Setiap gunungan menampung sekitar 50 lentera, yang diletakkan di tempurung kelapa. Lampu-lampu ini menandai perjalanan spiritual.
Peserta datang dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Jakarta, Bogor, dan kota-kota lain. Mereka semua mengekspresikan rasa khidmat saat mengikuti prosesi.
“Ini jadi kesan tersendiri. Pengalaman baru, pertama kali mengikuti larung pelita,” kata Felitta Anjani Usen (29) yang datang dari Jakarta kepada wartawan di Sungai Progo, Borobudur, 29 Mei 2026.
Seri Adi dari Bogor menambahkan, “Ini pengalaman spiritual yang menyenangkan,” dan menutup dengan doa, “Saya mendoakan semua makhluk berbahagia,” ujar Seri.
Peserta lain, Melani, mengungkapkan, “Ini sangat menakjubkan karena pertama kali melakukan seperti ini. Semoga negara lebih baik lagi, ekonomi lebih stabil lagi,” ujar dia.
Suasana larung pelita purnama sidhi di Sungai Progo pada 29 Mei 2026 menjadi momen yang menenangkan, mengingatkan semua yang hadir akan nilai kebersamaan dan ketenangan hati.
Acara ini menegaskan kembali pentingnya tradisi Waisak bagi masyarakat, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
