Lebaran Haji: Mengapa Istilah Terkenal di Idul Adha

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Lebaran Haji: Mengapa Istilah Terkenal di Idul Adha

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, perayaan Idul Adha dikenal dengan beberapa sebutan. Beberapa orang menyebutnya Hari Raya Kurban, sementara yang lain lebih sering menggunakan istilah Lebaran Haji. Kedua nama ini memang memiliki kaitan yang erat dengan peristiwa penyembelihan hewan kurban.

Kenapa istilah Lebaran Haji begitu melekat pada Idul Adha? Jawabannya bisa dilacak ke dalam sejarah ibadah haji. Menurut buku Urbanisasi dan Permasalahannya karya Dwi C. P., istilah ini muncul karena Idul Adha jatuh pada periode ketika jutaan umat Islam di seluruh dunia berkumpul di Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Pada saat itu, para jemaah haji juga melakukan penyembelihan hewan kurban sebagai simbol kepatuhan mereka kepada Allah SWT.

Dengan demikian, masyarakat di tanah air secara alami menamai hari raya ini sebagai Lebaran Haji, karena pikiran langsung teringat pada para muslim yang sedang menyelesaikan rukun Islam yang kelima di Makkah. Data resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) juga menunjukkan bahwa sejarah Idul Adha dan rangkaian ibadah haji tidak dapat dipisahkan dari potret kehidupan Nabi Ibrahim AS.

Al-Qur’an menyimpan kisah luar biasa tentang ujian keimanan Nabi Ibrahim AS. Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan putra tercintanya, Nabi Ismail AS. Perintah ini menjadi bukti nyata kepatuhan mutlak seorang hamba kepada Sang Pencipta. Sesungguhnya Ibrahim adalah imam (sosok anutan) yang patuh kepada Allah, hanif (lurus), dan bukan termasuk orang-orang musyrik. (Surat An-Nahl ayat 120) Melihat ketulusan dan keteguhan hati Nabi Ibrahim AS, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail AS dengan seekor domba sebagai bentuk pengorbanan yang diterima di sisi-Nya.

Penggantian kurban dengan domba ini menjadi dasar bagi tradisi perayaan ibadah kurban yang masih dilaksanakan hingga kini. Setelah melaksanakan Salat Id, daging hewan yang disembelih—baik sapi, kambing, maupun domba—dijadikan makanan bagi diri sendiri dan juga dibagikan kepada masyarakat sekitar. Bagian penting dari perayaan ini adalah berbagi kepada mereka yang kurang mampu dan memerlukan.

Dengan begitu, hubungan antara Idul Adha dan Lebaran Haji sangat kuat. Keduanya membawa makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan penuh pada perintah Allah SWT, seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS. Perayaan ini menjadi momen kebersamaan, baik bagi para jemaah yang sedang menunaikan ibadah haji di Makkah, maupun bagi kita yang merayakannya di kampung halaman melalui Salat Id dan penyembelihan hewan kurban.

Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha!

Perayaan ini tidak sekadar tradisi; ia mengandung nilai sejarah, spiritualitas, dan semangat berbagi. Melalui penyembelihan hewan kurban, umat Islam di seluruh dunia menegaskan kembali komitmen mereka pada ajaran agama dan solidaritas sosial.

Idul AdhaLebaran Hajikurbanibadah hajiNabi IbrahimBPKHpengorbanan

Komentar

Memuat komentar...