Lebaran Ketupat: Tradisi Maaf dan Silaturahmi Jawa Makna

Sari D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 44 dibaca
Bisik.id
Lebaran Ketupat: Tradisi Maaf dan Silaturahmi Jawa Makna

Gambar atau konten salah?

Lebaran ketupat adalah tradisi yang sarat makna bagi masyarakat Jawa. Biasanya, perayaan ini diadakan di bulan Syawal, tujuh hari setelah Lebaran. Tradisi ini menjadi bagian penting dari perayaan Idul Fitri bagi umat Muslim Jawa.

Ketupat dan opor ayam menjadi hidangan utama, biasanya dinikmati bersama keluarga sambil silaturahmi atau berkumpul.

Asal-usul Lebaran ketupat pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga, seorang Wali Songo. Tradisi ini berkembang pada masa Wali Songo ketika masyarakat Jawa akrab dengan slametan. Sunan Kalijaga memasukkan nilai Islam ke dalam budaya tersebut. Ia memperkenalkan Bakda Lebaran sebagai momen silaturahmi usai salat Idul Fitri. Tradisi ini identik dengan saling bermaafan antar sesama. Selain itu, ada Bakda Kupat yang dirayakan sepekan setelah Lebaran, berkaitan dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Filosofi Lebaran ketupat sarat makna. Dalam buku karya Lilik Setiawan dkk (2021), ketupat dimaknai sebagai simbol maaf dan berkah. Tradisi ini juga lekat dengan nilai spiritual. Bahan ketupat, seperti nasi dan janur, punya arti tersendiri. Nasi melambangkan nafsu, sementara janur diartikan sebagai hati nurani. Makna ini mengajarkan manusia mengendalikan diri dan mengakui kesalahan. Bungkus janur juga dipercaya sebagai simbol penolak bala.

Penyempurna Lebaran Idul Fitri: Ketupat kerap dimaknai sebagai pelengkap kemenangan Idul Fitri. Bentuk segi empat pada ketupat mencerminkan prinsip kiblat papat lima pancer. Maknanya, manusia akan selalu kembali kepada Allah SWT. Anyaman janur yang rumit menggambarkan beragam kesalahan manusia. Ini menjadi pengingat akan kekhilafan dalam kehidupan. Saat dibelah, warna putih ketupat melambangkan kesucian. Karena itu, Lebaran ketupat dianggap penyempurna Idul Fitri dan dikenal juga sebagai Syawalan.

Lebaran ketupat adalah tradisi yang menggabungkan unsur kuliner, spiritualitas, dan nilai sosial. Momen ini menegaskan pentingnya maaf, silaturahmi, dan pengakuan diri setelah perayaan Idul Fitri.

Lebaran ketupatSunan KalijagaWali SongoIdul Fitriketupatjanursilaturahmimaaf

Komentar

Memuat komentar...