Lebaran Makam di Desa Bunder: Pesta Bersama Leluhur
Gambar atau konten salah?
Di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, suasana pemakaman biasanya tenang dan sakral. Namun pada 22 Maret 2026, tempat itu berubah menjadi pusat keramaian penuh suka cita.
Mulai pukul 06.00 WIB pada hari Minggu, warga datang mengenakan pakaian terbaiknya. Mereka membawa perlengkapan Lebaran: bunga makam, kue kering, makanan khas, dan cangkir kopi.
Setiap keluarga langsung mengerumuni makam leluhur mereka. Tikar dibentangkan di antara nisan, sementara lantunan surat Yasin dan tahlil mengiringi ritual yang dinamakan Lebaran Makam.
Setelah doa, suasana berubah menjadi hangat seperti ruang tamu rumah. Warga bersantai, bercengkrama, dan menikmati hidangan tanpa raut kesedihan, hanya tawa dan kebersamaan.
“Memang sengaja bawa makanan karena ada selamatan dengan makan tumpeng bersama-sama,” ujar Kepala Desa Bunder, Samirin, saat ditemui di lokasi.
Tradisi ini rutin digelar setiap 2 Syawal. Bagi warga Desa Bunder, yang terletak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, Lebaran Makam menjadi cara berbagi kebahagiaan kemenangan Ramadan 1447 H dengan para leluhur.
Selain kirim doa, momen ini menjadi ajang silaturahmi akbar. Tetangga saling berjabat tangan, bermaaf‑maafan, dan bertukar camilan di area pemakaman.
“Jadi tradisi Lebaran di makam ini warisan leluhur. Nuansanya penuh keharmonisan dan kekeluargaan yang bisa ditiru oleh generasi muda,” tambah Samirin.
Fenomena tahunan ini menarik para perantau. Samirin menjelaskan mayoritas warga desanya mengadu nasib di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bali, hingga Papua. Bagi mereka, pulang kampung belum terasa lengkap tanpa “pesta” di kuburan. “Mereka merasa kurang afdol kalau mudik tapi tidak mengikuti tradisi Lebaran kuburan ini,” tuturnya.
Setelah menyantap tumpeng bersama, warga berbondong‑bondong menuju kantor Desa Bunder. Di sana, suasana semakin semarak dengan pesta petasan. Berbagai ukuran petasan dinyalakan, meledak bersahutan, menandai puncak perayaan Idul Fitri yang penuh kesan di Desa Bunder.
Acara tahunan ini menonjolkan perpaduan antara penghormatan leluhur, kebersamaan komunitas, dan semangat perayaan. Bahkan bagi yang jauh tinggal di kota besar, tradisi ini tetap menjadi panggilan kembali ke kampung halaman, mempererat ikatan sosial dan spiritual.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Surabaya: Jadwal Sholat 15 Mei 2026 dan Niat Lengkap
Cuaca Jawa Timur 15 Juni: Cerah, Berawan, dan Hujan Ringan
Hasto Kristianto Di Blitar, Sampaikan Kritik Moderator Joko
Jadwal Sholat Jawa Timur 15 Juni: Waktu Imsak hingga Isya
Belanda vs Jepang: Piala Dunia 2026, 3AM WIB, Dallas
Losari, Nganjuk: Potensi Paralayang Terabaikan, Butuh Dana
Berita Terbaru
Cuaca Bandung: Hujan Sedang, Suhu Sejuk, Perhatian Jalan
Kalender Bali Denpasar 15 Juni: Hari Tak Baik Bercocok Tanam
Surabaya: Jadwal Sholat 15 Mei 2026 dan Niat Lengkap
Jerman Kalahkan Curacao 7-1, Debut Piala Dunia 2026
Jadwal Salat Denpasar, Badung, Gianyar 15 Juni 2026 Dirilis
UI Evaluasi Internal Unggahan SUMA Terkait Pride Month
Cuaca Jawa Timur 15 Juni: Cerah, Berawan, dan Hujan Ringan
Jerman Unggul 3-1 atas Curacao, Dominasi di Babak Pertama
1 Muharram 1448 H: Tahun Baru Islam Meriah di Indonesia
Hasto Kristianto Di Blitar, Sampaikan Kritik Moderator Joko