Lelang Infrastruktur Boyolali Tunda, Harga Bahan Naik
Gambar atau konten salah?
Proses lelang proyek infrastruktur di Pemerintah Kabupaten Boyolali terpaksa ditunda karena dampak konflik di Timur Tengah. Perubahan harga bahan bangunan, yang dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia, membuat standar harga satuan (SHS) harus dihitung ulang.
Ahmad Gojali, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, menjelaskan situasinya. "Setelah lebaran itu sebenarnya kita sudah siap (pengadaan) waktu itu. Tapi kemudian ada informasi per tanggal 01 April 2026 itu akan ada rencana kenaikan harga aspal, semen plus besi. Akhirnya kita tunggu dulu untuk harga itu, dan betul per tanggal 01 April 2026 itu ada kenaikan harga," katanya saat ditemui di DPRD Boyolali pada 08 April 2026.
Gojali menambahkan rincian kenaikan. Besi naik rata‑rata Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram, sementara semen 50 kg mencapai harga di atas Rp 60.000. "Untuk aspal mengalami kenaikan kurang lebih 24 persen," jelasnya. Ia menekankan bahwa kenaikan ini merupakan imbas konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan turunannya, termasuk aspal dan plastik. "Iya (imbas perang di timur tengah), geopolitik itu," imbuh dia.
Karena kenaikan ini, lelang pengadaan masih menunggu SHS baru. Gojali menjelaskan prosesnya: "Selanjutnya akan dilaporkan ke Bupati, sehingga diharapkan segera direview Inspektorat, dan nanti akan menjadi dasar penyesuaian Rencana Anggaran Belanja (RAB)." Ia menegaskan bahwa SHS sedang diproses dan berharap dapat disampaikan ke Bupati pada Jumat, sehingga Inspektorat dapat segera meninjau. "Saat ini terkait SHS-nya sedang kita proses. Kita harapkan Jumat ini kita mau naikkan ke Pak Bupati, sehingga diharapkan juga segera di-review dari Inspektorat. Nanti sebagai dasar kita untuk penyesuaian RAB," terang dia.
Pengaruh kenaikan harga juga berdampak pada anggaran pembangunan. Gojali menyatakan: "Namun, kemungkinan besaran pagu anggarannya tetap. Tetapi volume pekerjaan yang dikurangi." Ia menambahkan bahwa meski anggaran dapat membengkak, penyesuaian akan difokuskan pada bangunan yang akan dibangun. "Kemungkinan (anggaran membengkak). Tapi nanti paling penyesuaian bangunan yang akan kita bangun. Bisa saja ada pengurangan volume, mungkin ada item‑item yang dikeluarkan yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti di kegiatan berikutnya," paparnya.
Gojali menegaskan bahwa proses lelang tidak dihentikan. "Bukan dihentikan. Sementara menunggu penyesuaian SHS itu. Yang PL (penunjukkan langsung) kan sudah ada yang berjalan beberapa. Yang kemarin sudah berjalan kan tetap dijalankan, cuma yang ini yang baru mau proses, baru menunggu SHS yang baru," tegasnya.
Kesimpulannya, konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga bahan bangunan di Boyolali, memaksa pemerintah kabupaten menunda lelang proyek infrastruktur hingga SHS baru tersedia. Penyesuaian anggaran dan volume pekerjaan akan dilakukan berdasarkan data harga terkini, sementara proyek yang sudah berjalan tetap dilanjutkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
Furtasan Usulkan PTN Seleksi Mahasiswa Hanya Dua Jalur
DPR Setujui RUU P2SK, OJK Diperluas Tugas Pengawasan
