Lembur Kaheman Pos Bambu Nagreg Pujian Pos Terpadu Terbaik
Gambar atau konten salah?
Lembur Kaheman muncul di tengah arus mudik Lebaran di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. Pos pengamanan ini tidak hanya berupa tenda atau bangunan darurat, melainkan sebuah perkampungan kecil yang dibangun dari bambu. Desainnya menyerupai suasana kampung Sunda, menciptakan tempat yang hangat dan bersahaja bagi pemudik yang lelah.
Terletak di Kilometer 36 Jalan Raya Nagreg, pos ini dimiliki oleh Polresta Bandung dan berfungsi sebagai tempat istirahat sekaligus titik interaksi antara aparat dan masyarakat. Pos ini dibangun saat Operasi Ketupat Lodaya 2026, sehingga tidak hanya menjadi pusat pengamanan, tetapi juga ruang yang nyaman bagi para pemudik.
Konsep bangunan bambu dengan nuansa khas Sunda sengaja dipilih untuk menumbuhkan rasa akrab, seolah‑olah kembali ke kampung halaman. Konsep ini tidak hanya memikat hati para pemudik, tetapi juga mendapat apresiasi dari jajaran kepolisian. Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Jawa Barat menobatkan Lembur Kaheman sebagai pos terpadu terbaik di Jawa Barat dengan nilai tertinggi, 94 poin.
Penilaian dilakukan selama 13 hingga 25 Maret 2026. Tim Itwasda, Biro SDM, dan Bidhumas memeriksa berbagai aspek, mulai dari kesiapan personel, sarana prasarana, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Penilaian ini menjadi tolak ukur kesiapan personel, sarana prasarana, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat agar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Inspektur Pengawasan Daerah Polda Jabar, Kombes Benny Subandi pada Selasa, 05 Mei 2026.
Menurutnya, Polresta Bandung unggul karena mampu menjaga konsistensi di berbagai aspek, termasuk inovasi di lapangan serta respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. “Dari total 7 aspek dengan 56 indikator, mereka mampu menjaga performa tinggi, baik dari sisi teknis maupun inovasi di lapangan,” ungkapnya.
Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan pelayanan terbaik, khususnya selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi‑tingginya kepada seluruh anggota yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya selama Operasi Ketupat Lodaya 2026,” ujarnya.
Penggunaan media sosial menjadi nilai tambah. Informasi yang cepat dan transparan membantu memperkuat kepercayaan publik di tengah arus mudik. Selain fasilitas, Lembur Kaheman dibangun dengan filosofi budaya Sunda. Personel yang berjaga mengenakan udeng, simbol identitas lokal, mengingatkan akan akar budaya yang tetap dijaga. “Tujuannya, pertama agar lebih dekat lagi masyarakat dengan polisi. Kedua mengingatkan kita semua bahwa ini adalah budaya leluhur yang harus kita lestarikan,” kata Aldi.
Pos ini tidak hanya menjadi tempat aman bagi pemudik, tetapi juga contoh sederhana bagaimana integrasi budaya dan keamanan dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Dengan desain tradisional dan pelayanan yang responsif, Lembur Kaheman berhasil menciptakan suasana yang hangat dan nyaman bagi semua yang melintas di jalur Nagreg.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
