Letusan Gunung Semeru Malam Jumat, 29 Mei 2026 Di Jawa Timur
Gambar atau konten salah?
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengeluarkan letusan pada malam Jumat, 29 Mei 2026, pukul 19.07 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kolom abu yang terbentuk mencapai ketinggian sekitar 2.000 meter di atas puncak, setara dengan 5.676 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mencatat bahwa awan panas guguran bersamaan dengan letusan tersebut. “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,” kata Lana Saria, Plt Kepala Badan Geologi, dalam laporan resmi PVMBG.
Data seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm, sementara getaran gempa letusan berlangsung selama kurang lebih 3 menit 51 detik. Aktivitas ini juga memicu luncuran awan panas yang terarah ke sektor tenggara.
“Terjadi awan panas, ke arah tenggara Besuk Kobokan jarak luncur 2.000 meter. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” lanjut Lana Saria.
Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG menegaskan tiga poin rekomendasi utama bagi masyarakat agar tetap aman.
- Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, aktivitas juga dilarang dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
- Selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta potensi lahar pada anak-anak sungai kecil dari Besuk Kobokan.
Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko bagi penduduk dan wisatawan di sekitar Gunung Semeru. Kejadian ini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap peringatan resmi dan pemantauan terus-menerus dari pihak PVMBG.
Secara keseluruhan, erupsi ini menampilkan pola letusan yang relatif kecil namun tetap menimbulkan potensi bahaya bagi wilayah sekitarnya. Kepatuhan terhadap batasan wilayah dan kewaspadaan terhadap kondisi alam menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan fisik masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Jadwal Sholat Jawa Timur 04 Juni 2026: Subuh Paling Awal
Kemensos Atensi Rp284,8 Juta Ke 126 Penerima Tulungagung
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
