Level Air Bengawan Solo Jurug Turun dari Merah ke Kuning

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Level Air Bengawan Solo Jurug Turun dari Merah ke Kuning

Gambar atau konten salah?

Pada hari Rabu, 15 April 2026, debit air Sungai Bengawan Solo di Jurug sempat berada di level siaga merah sebelum menurun ke level kuning. Level air diukur pada 17.32 WIB mencapai 84,40 mdpl, turun dari 85,13 mdpl sebelumnya.

Relawan Tim Gorong-Gorong Solo, Joko Widodo alias Bang Toyib, mengonfirmasi penurunan tersebut. "Iya saat ini sudah turun di (level) kuning, tadi sempat berada di garis siaga merah," kata Bang Toyib pada Rabu (15/4/2026).

Ia juga melaporkan bahwa air mulai surut sekitar 17.22 WIB. "Tadi jam 17.22 WIB mulai surut, ini sudah banyak warga yang di sana," ucapnya. Banyak warga berada di tanggul Sungai Bengawan Solo saat itu.

Bang Toyib menegaskan pentingnya memantau curah hujan di sungai hulu. "Semoga di hulu tidak hujan, ditakutkan nanti merah lagi dan meluap, apalagi ini saja turun debit airnya," pungkasnya.

Sebelumnya, pada siang hari, debit air meningkat signifikan. Pada 13.42 WIB, Tinggi Muka Air (TMA) di Jurug tercatat 85,13 mdpl, memicu status Siaga Merah.

Petugas jaga rumah pompa Jebres 3, Robertus Sugeng Sarwono, menjelaskan kenaikan status. "Saat ini dari pantauan ketinggian air 85.13 mdpl. Kalau menurut pantauan meteran di pompa Jurug, tadi jam 06.00 WIB pagi itu mulai naik. Dari Siaga Kuning langsung naik ke Siaga Merah. Memasuki Siaga Merah 84.96 mdpl," ujar Robertus ketika ditemui di lokasi pada Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi Siaga Merah bertahan hingga 13.00 WIB. "Sampai jam 13.00 WIB (Siaga Merah). Tapi ini sekarang sudah mulai ada penurunan, sudah mulai surut sedikit," lanjutnya.

Perubahan level air ini menegaskan perlunya pengawasan terus menerus di wilayah Sungai Bengawan Solo, terutama di daerah hulu yang dapat memengaruhi kondisi di Jurug.

Sungai Bengawan SoloJurugdebit airlevel siaga merahBang Toyibpompa Jebres 3curah hujan

Komentar

Memuat komentar...