Lilisan Paskah di Katedral Semarang: Cahaya Kristus Menjelma

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Lilisan Paskah di Katedral Semarang: Cahaya Kristus Menjelma

Gambar atau konten salah?

Ribuan lilis yang dipegang para jemaat menerangi malam Vigili Paskah di Katedral Semarang, Randusari, Kecamatan Semarang Selatan. Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, menjelaskan makna cahaya lilin tersebut.

Acara Misa Paskah di Katedral Semarang dibagi menjadi dua sesi pada 04 April 2026. Sesi pertama dimulai pukul 17.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 21.00 WIB. Pada malam itu, ribuan jemaat menyalakan lilis, sementara lilis terbesar ditempatkan di luar altar gereja.

Setelah lilis besar dinyalakan, ia dibawa ke atas altar. Sisa lampu di ruang gereja hanya sedikit. Api dari lilis besar kemudian dibagikan kepada lilis-lilis yang dipegang para jemaat, sehingga cahaya perlahan menerangi seluruh gereja.

Saya sangat senang sekali pada malam hari ini bisa merayakan Paskah dengan umat di Katedral ini. Ada begitu banyak umat yang hadir dan menyemarakkan,” ujar Mgr. Robertus Rubiyatmoko saat dihadapkan pada para jemaat.

Ia menambahkan, “Dan yang jelas suasana penuh sukacita, penuh kegembiraan setelah 40 hari kita berpantang dan berpuasa membangun semangat pertobatan. Hari ini kita merasakan Tuhan yang sungguh hadir menyelamatkan umat manusia,” jelasnya.

Maka yang menjadi tekad kita bersama adalah mewartakan kabar sukacita ini dengan membangun persaudaraan yang sejati. Sehingga, lalu kebahagiaan menjadi semakin banyak dirasakan banyak orang dan mereka mengalami damai sejahtera. Itu yang kita coba untuk dikembangkan dalam kehidupan bersama dengan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam penjelasan tentang lilis, Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyatakan bahwa sinar lilis melambangkan Kristus sebagai Sang Cahaya. Ia menegaskan, “Lilin Paskah yang bercahaya adalah lambang Kristus Sang Cahaya. Cahaya yang memancarkan sinarnya menghalau kegelapan,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Itu menjadi lambang dari Kristus yang datang untuk menghalau kejahatan, kuasa kejahatan, kuasa kegelapan yang ada dalam diri kita masing-masing. Maka kehadiran-Nya sungguh-sungguh menjadi sumber keselamatan,” lanjutnya.

Keselamatan ini tidak pernah bisa dilepaskan dari hidup penderitaan dan salib-Nya dan wafat-Nya di kayu salib. Maka kita semua bersukacita bahwa Bapa Yesus itu sungguh membawa dampak keselamatan bagi umat manusia,” katanya.

Ia menegaskan, “Tentu saja ini iman Katolik, ya, bahwa Kristus datang tidak hanya untuk orang-orang Katolik namun juga untuk seluruh umat manusia,” pungkasnya.

Acara ini menampilkan keindahan simbolisme Paskah, di mana cahaya lilis menjadi pengingat akan kehadiran Kristus yang mengusir kegelapan. Mgr. Robertus Rubiyatmoko menekankan pentingnya persaudaraan dan damai sejahtera, serta menyatakan bahwa keselamatan yang dibawa Kristus bersifat universal, melampaui batas agama.

Vigili PaskahKatedral SemaranglilisMgr. Robertus RubiyatmokoKristus Sang Cahayapersaudaraandamai sejahtera

Komentar

Memuat komentar...