Lima Kebiasaan Makan yang Merusak Gigi Anda—Hindari Sekarang

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Lima Kebiasaan Makan yang Merusak Gigi Anda—Hindari Sekarang

Gambar atau konten salah?

Gigi yang sehat tidak hanya bergantung pada cara menyikatnya. Kebiasaan makan sehari‑harinya juga memengaruhi kesehatan gigi. Beberapa perilaku yang tampak sepele, seperti mengunyah es batu atau sering ngemil, dapat mempercepat kerusakan enamel dan memicu sensitifitas gigi.

Menurut American Dental Association, mengunyah es batu dapat merusak enamel gigi dan membuat gigi lebih mudah terkena infeksi bakteri. Tekstur es yang keras menimbulkan retakan kecil pada enamel, yang kemudian membuka pintu bagi bakteri. Tekanan keras saat menggigit es juga dapat membuat tambalan gigi rusak atau lepas. Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan panas maupun dingin, dan rasa ngilu sering muncul ketika enamel menipis atau retak.

Selain es batu, makanan atau minuman yang terlalu panas juga berbahaya. Suhu ekstrem dapat memicu perubahan mendadak pada enamel, sehingga gigi lebih mudah sensitif atau retak halus. Makanan pedas dan panas biasanya mengandung tingkat keasaman tinggi. Mayo Clinic menjelaskan bahwa asam dapat mempercepat pengikisan enamel dan memicu rasa tidak nyaman pada gigi sensitif. Kebiasaan mengonsumsi makanan panas secara terus‑terusan dapat memperburuk kondisi gusi dan lapisan pelindung gigi. Ketika enamel terkikis, warna gigi menjadi lebih kusam dan risiko gigi berlubang meningkat.

Minuman berwarna seperti kopi, teh, soda, dan minuman berwarna lainnya juga dapat menimbulkan noda pada permukaan gigi. Minuman berwarna dan bersifat asam membuat enamel menjadi kasar, sehingga pigmen warna lebih mudah menempel. Selain noda, kondisi ini juga mempercepat pengikisan enamel. Mayo Clinic menyebut kebiasaan sering menyeruput minuman manis dapat menciptakan “acid bath”. Efeknya pada gigi ialah mempercepat kerusakan enamel dan pembentukan plak.

Permen karet, walaupun sering dianggap membantu membersihkan mulut, juga memiliki risiko. Dalam jumlah tertentu, terutama yang bebas gula, permen karet dapat membantu meningkatkan produksi air liur. Namun, jika dikunyah terlalu sering, gerakan mengunyah terus‑terus memberi tekanan berulang pada sendi rahang dan permukaan gigi. Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa banyak permen karet masih mengandung gula yang dapat memicu pembentukan plak. Bakteri di dalam mulut mengubah gula menjadi asam yang menyerang enamel gigi.

Ngemil, kebiasaan yang sulit dihindari, menjadi masalah ketika sering dilakukan, terutama makanan manis dan tinggi karbohidrat. Mayo Clinic menjelaskan bahwa bakteri di dalam mulut memanfaatkan sisa gula dan pati untuk menghasilkan asam yang menyerang enamel gigi. Semakin sering seseorang ngemil, semakin sering pula gigi terkena paparan asam. Banyak orang tidak langsung membersihkan gigi setelah ngemil, sehingga sisa makanan menempel lebih lama dan membentuk plak. Jangka panjang, plak dapat menyebabkan karies, gigi berlubang, hingga penyakit gusi.

Pada 18 Mei 2026, berbagai sumber menyoroti lima kebiasaan makan yang dapat merusak gigi. Dari mengunyah es batu, mengonsumsi makanan panas, minum minuman berwarna, mengunyah permen karet, hingga sering ngemil, semua dapat menurunkan kesehatan gigi. Mengetahui dan mengurangi kebiasaan-kebiasaan ini dapat membantu menjaga enamel tetap kuat dan mencegah sensitifitas serta kerusakan gigi di masa depan.

gigi sensitifenameles batuminuman berwarnapermen karetngemilplakkaries

Komentar

Memuat komentar...