Lima Makanan Kunci Sehari‑hari untuk Mendukung Tiroid Harus Diperhatikan
Gambar atau konten salah?
Pengaruh pola makan terhadap kelenjar tiroid sudah lama dikenal. Kelenjar ini bertugas mengatur metabolisme tubuh, sehingga nutrisi yang masuk lewat makanan sehari‑harinya dapat memengaruhi kinerjanya secara langsung.
Berbagai zat gizi berperan penting dalam pembentukan hormon tiroid. Salah satu yang paling dikenal adalah yodium, namun ada juga mineral lain seperti selenium dan seng, serta senyawa antioksidan yang dapat melindungi sel. Asupan yang cukup dari semua zat ini membantu menjaga fungsi tiroid tetap optimal.
Berikut ini daftar lima makanan yang kaya nutrisi tersebut, diambil dari artikel Health.com (14 Maret 2023). Setiap makanan memiliki kandungan spesifik yang mendukung kesehatan tiroid, dan biasanya mudah ditemukan di pasar maupun supermarket.
-
Makanan Mengandung Yodium
Ikan kod menjadi salah satu sumber yodium terbaik. Dalam 100 gram ikan kod terdapat sekitar 172 mikrogram yodium, yang bahkan melebihi kebutuhan harian orang dewasa sebesar 150 mikrogram. Yodium berperan penting dalam memelihara fungsi kelenjar tiroid. Selain itu, kerang-kerangan mengandung asam lemak omega‑3, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan tiroid secara keseluruhan. -
Makanan Kaya Selenium
Selenium membantu mengatur produksi hormon tiroid dan mencegah kerusakan jangka panjang pada kelenjar. Sumber selenium yang mudah ditemukan di Indonesia antara lain tuna, sarden, dan udang. Dalam 100 gram tuna matang terdapat sekitar 108 mikrogram selenium. Selenium juga dapat diperoleh dari telur dan daging ayam, namun konsumsinya tetap perlu seimbang karena kelebihan dapat menimbulkan efek samping. -
Makanan Tinggi Seng
Seng (zinc) berperan penting dalam menjaga fungsi kelenjar tiroid. Kekurangan seng dapat meningkatkan risiko hipotiroidisme. Sumber seng mudah didapat dari daging sapi, biji labu, dan tiram. Dalam 100 gram daging sapi panggang terdapat sekitar 4,5 mg seng, yang membantu memenuhi kebutuhan harian tubuh. -
Makanan dengan Antioksidan
Buah berry, seperti blueberry, strawberry, dan raspberry, kaya akan senyawa antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan. Dalam 100 gram blueberry terdapat sekitar 9,7 mg vitamin C dan 2,4 gram serat. Kandungan gula alami yang rendah membuat buah ini cocok dijadikan camilan sehat. -
Sayuran Tinggi Vitamin
Sayuran cruciferous seperti brokoli, pakcoy, dan sawi putih mengandung vitamin, mineral, dan serat. Meski sehat, konsumsi berlebihan dalam bentuk mentah dapat memengaruhi produksi hormon tiroid karena senyawa glukosinolat. Dalam 100 gram brokoli terdapat sekitar 89 mg vitamin C dan 2,6 gram serat. Memasak sayuran sebelum dimakan dapat membantu mengurangi efek glukosinolat.
Dengan memasukkan kelima jenis makanan ini ke dalam menu harian, seseorang dapat menambah asupan yodium, selenium, seng, vitamin C, serta antioksidan. Nutrisi tersebut bekerja bersama untuk mendukung produksi hormon tiroid dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Perhatikan pula keseimbangan konsumsi, agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan tiroid.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
