Lima Ular Ditemukan Saat Bersih‑Bersih Vastenburg Solo
Gambar atau konten salah?
Benteng Vastenburg di Solo menjadi tempat kegiatan bersih‑bersih yang berlangsung pada 22 Mei 2026. Relawan gabungan dan Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, hadir bersama masyarakat untuk membersihkan area tersebut. Namun, kegiatan yang dimaksud berubah menjadi momen tak terduga ketika lima ekor ular ditemukan di semak belukar.
Ketua Umum Exalos Indonesia, Janu Wahyu, mengungkapkan kejadian tersebut ketika dihubungi. Ia berkata, "Dapat 5 ekor ular saat kegiatan bersih‑bersih bersama ibu Wakil Wali Kota," sambil menegaskan bahwa semua ular yang ditemukan tidak berbisa.
Ular-ular tersebut terdiri dari dua ekor ular jali (ptyas mucosus), satu ekor ular koros (ptyas corros), satu ekor ular tali picis (denderaphis pictus), dan satu ekor ular pelangi (xenopeltis unicolour). Janu menambahkan, "Ada 2 ekor ular jali (ptyas mucosus), seekor ular koros (ptyas corros), seekor ular tali picis (denderaphis pictus), dan seekor ular pelangi (xenopeltis unicolour). Semua ular tidak berbisa," ia jelas.
Tempat penemuan ular berada di semak‑semak tinggi yang menempel pada tembok benteng. Janu menjelaskan, "Ditemukan di semak‑semak yang mepet tembok. Jadi tim harus lompat selokan besar itu. Saat rumput tinggi dipangkas, ularnya berlarian. Banyak ular tali picis tapi kabur cepat pada masuk ke dalam lubang," ia mengungkapkan.
Setelah terdeteksi, ular-ular tersebut dibawa ke Basecamp Exalos Indonesia untuk kemudian dilepasliarkan ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi bahaya bagi penduduk setempat.
Keseluruhan kegiatan bersih‑bersih benteng dilakukan sebagai bagian peringatan Hari Kebangkitan Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Solo. Peserta melakukan pembersihan sampah, pemangkasan rumput liar, penyapuan area pedestrian, dan pengangkutan sampah di titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pengunjung.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menekankan pentingnya semangat kebangkitan nasional dalam bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Ia menyatakan, "semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan, memperkuat budaya gotong royong, serta membangun kesadaran kolektif untuk menjaga fasilitas dan ruang publik kota agar tetap bersih dan nyaman." Ia menambahkan, "Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, stakeholder, komunitas, dan relawan hadir bersama untuk menjaga Kota Solo agar tetap bersih, indah, dan nyaman," kata Astrid dalam siaran persnya.
Acara ini menegaskan bahwa upaya membersihkan lingkungan tidak hanya bersifat praktis, namun juga memperkuat rasa solidaritas dan tanggung jawab sosial di antara warga Solo.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
