Liverpool Pertimbangkan Iraola, Bimbang Gaya Punggung, Rencana Baru
Gambar atau konten salah?
Rumor tentang Andoni Iraola yang akan bergabung ke Liverpool semakin menguat. Posisi manajer klub kini kosong setelah Arne Slot memutuskan berpisah jalan. Tidak ada alasan acak di balik pilihan Iraola; gaya permainannya dianggap cocok dengan karakter klub sebelum Slot.
Iraola dikenal dengan pressing tinggi, intens, dan vertikalitas yang mirip dengan sepakbola Juergen Klopp. Menurut beberapa pihak, itulah salah satu alasan Liverpool memutuskan pisah dengan Slot, yang menanamkan sistem yang berbeda pada musim kedua mereka.
Namun, Jamie Carragher, mantan pemain Liverpool, mengekspresikan kekhawatiran bahwa kembali ke gaya “heavy metal” ala Klopp akan sangat rumit. Ia menilai karakter sejumlah pemain bintang di skuad saat ini tidak cocok, contohnya Alexander Isak, Hugo Ekitike, hingga Florian Wirtz.
"Kekhawatiran saya saat kita bicara tentang Iraola adalah, kami kembali ke gaya itu. Tentu, seorang manajer memainkan gayanya sendiri, tapi mereka sudah merekrut pemain untuk gayanya Arne Slot, yang mana tidak terlalu seperti gaya Juergen Klopp, lebih mengutamakan kontrol," ujar Carragher dikutip Liverpool Echo.
Ia melanjutkan, "Sekarang, ketika kita bilang permainannya tidaklah bagus, memang benar. Permainannya tak bagus. Temponya lambat, melelahkan, tapi itu bukan karena manajernya defensif." Carragher menambahkan, "Dia punya banyak pemain menyerang di lapangan. Kekhawatiran saya sekarang, Isak, Wirtz, Ekitike, saya tak yakin mereka pemain tipe (Iraola). Itu kekhawatiran saya." Ia juga menyatakan, "Saat kita bilang permainannya lambat, tidak ada pressing. Itu karena kami punya Wirtz dan Mac Allister di sana. Isak tak bisa pressing. Ekitike tidak terlalu juga."
Menurut Carragher, jika para pemain berbakat ini tidak mampu menyesuaikan diri dengan gaya yang diasosiasikan dengan Klopp, maka Liverpool akan melihat perubahan arah sejak musim pertama. Ia menegaskan bahwa meski Iraola bisa membawa gaya baru, kesesuaian pemain tetap menjadi faktor kunci.
Secara keseluruhan, diskusi tentang Iraola menyoroti dilema antara keinginan klub untuk kembali ke pola permainan yang lebih agresif dan kenyataan bahwa skuad yang ada saat ini dirancang untuk sistem yang lebih terkontrol. Keputusan akhir akan bergantung pada bagaimana pelatih baru dapat menyesuaikan taktik dengan pemain yang tersedia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
