Londo Kampung Nikmati Pasar Blauran Baru dengan Rp 50.000

Dwi H. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Londo Kampung Nikmati Pasar Blauran Baru dengan Rp 50.000

Gambar atau konten salah?

Londo Kampung adalah seorang YouTuber asal Australia yang telah menetap di Surabaya sejak 01 Januari 1989. Ia terkenal dengan kemampuan berbahasa Jawa, sehingga mendapat julukan “Londo Kampung”.

Rutin membuat konten kuliner, ia baru saja mengunjungi Pasar Blauran Baru, salah satu pasar tradisional tertua di Surabaya yang didirikan pada 01 Januari 1934, sebelum Indonesia merdeka. Di sana, ia menantang diri sendiri untuk menikmati makanan hanya dengan Rp 50.000.

Video yang diunggah menampilkan suasana pasar: deretan kios, aroma rempah, dan keramaian pengunjung. Londo Kampung memulai petualangannya dengan membeli jajanan pasar. Ia mampir ke kios seorang ibu paruh baya, membeli satu buah jajanan pasar seharga Rp 2.500, lalu beralih ke kios lain untuk membeli kue lapis, yang juga dijual seharga Rp 2.500.

Selanjutnya, ia menuju area luar pasar untuk mencoba Apem dan Kue Cucur. Di sini, ia membeli tiga buah kue apem, masing-masing Rp 4.000, sehingga totalnya Rp 12.000. Saat bertransaksi, ia melakukan sedikit prank dengan penjual menggunakan bahasa Indonesia.

Pasar Blauran Baru juga menawarkan buah dan sayuran. Londo Kampung membeli sebungkus duku dari penjual yang menyapanya. Duku tersebut dihargai Rp 10.000 dan berberat 3,5 ons.

Bagian penting dari kunjungan ini adalah es dawet. Ia merekomendasikan es dawet dari Depot Bu Ida, yang dijual seharga Rp 10.000. Es dawet tersebut berisi dawet, bubur sumsum, dan biji salak. Selain itu, ia juga mencicipi es degan, es blewah, dan es cincau yang tersedia di pasar.

Menutup perjalanan kuliner, Londo Kampung menikmati lontong mie khas Surabaya. Lontong mie ini dibuat dengan campuran bumbu petis, memberikan rasa gurih yang nikmat.

Video menampilkan reaksi spontan Londo Kampung saat mencoba setiap hidangan, serta suasana pasar yang ramai. Ia menekankan betapa beragamnya pilihan makanan di Pasar Blauran Baru, sekaligus menunjukkan bahwa semua dapat dinikmati dengan anggaran terbatas.

Kesimpulannya, kunjungan Londo Kampung ke Pasar Blauran Baru menyoroti kekayaan kuliner pasar tradisional Surabaya dan kemampuan penonton untuk menikmati hidangan lokal tanpa menguras kantong.

Londo KampungPasar Blauran BaruSurabayakulinerjajanan pasares dawetlontong mieanggaran terbatas

Komentar

Memuat komentar...