Lubang Misterius Peru Diduga Sistem Perdagangan Kuno

Dani L. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Lubang Misterius Peru Diduga Sistem Perdagangan Kuno

Gambar atau konten salah?

Sebuah situs arkeologi di Peru menyimpan ribuan lubang misterius yang membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Struktur yang dikenal sebagai 'Band of Holes' ini kini mulai terungkap fungsinya setelah penelitian terbaru oleh para arkeolog.

Lubang-lubang yang jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 5.000 ini berada di situs Monte Sierpe, terletak di Lembah Pisco, Peru bagian selatan. Lubang-lubang tersebut membentang sekitar 1,5 kilometer sepanjang punggung bukit. Setiap lubang memiliki diameter antara 1 hingga 2 meter dan kedalaman sekitar 1 meter. Susunannya tampak sangat teratur, terbagi dalam blok-blok yang dipisahkan oleh jalur kecil.

Selama ini, para ahli memiliki berbagai dugaan mengenai kegunaan lubang tersebut. Beberapa teori sebelumnya menyebutkan lubang itu mungkin berfungsi sebagai tempat penyimpanan, sistem pertanian, atau bahkan alat penangkap air atau kabut.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr. Jacob L. Bongers, seorang arkeolog digital dari University of Sydney, memberikan petunjuk signifikan. Tim peneliti menggunakan pemetaan drone dan menganalisis sisa tanaman mikroskopis yang ditemukan di sekitar lubang.

Hasil analisis menunjukkan adanya jejak serbuk sari dari jagung, alang-alang, dan tanaman lain yang biasa dipakai untuk membuat keranjang atau mengemas barang. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa orang-orang kuno kemungkinan menggunakan lubang tersebut untuk meletakkan barang dagangan atau bahan tanaman, bukan sekadar formasi alami.

Lokasi Monte Sierpe juga strategis. Situs ini berada di zona pertemuan antara wilayah pesisir dan dataran tinggi Andes. Hal ini menjadikannya tempat yang ideal sebagai titik pertemuan bagi para pedagang dari berbagai daerah.

Para peneliti juga mengamati bahwa pola penempatan lubang mengikuti susunan angka tertentu. Terdapat baris yang berulang atau kombinasi jumlah yang berbeda di antara blok-blok lubang. Pola numerik ini mengingatkan para ilmuwan pada khipu, yaitu sistem pencatatan menggunakan tali simpul yang dipakai oleh peradaban Inca.

Jacob L. Bongers menyatakan bahwa pemeriksaan citra menunjukkan pola numerik yang menarik dalam tata letak lubang. Menurutnya, ini mengisyaratkan bahwa lubang-lubang tersebut mungkin berfungsi sebagai cara visual untuk menghitung barang atau tenaga kerja. Temuan ini membuka pemahaman baru mengenai bagaimana masyarakat kuno di Andes mengelola perdagangan dan sumber daya mereka.

Meskipun teori ini kuat, para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan fungsi pasti situs tersebut. Analisis sampel arang dari salah satu lubang mengindikasikan bahwa situs ini kemungkinan aktif digunakan sekitar abad ke-14, yakni sebelum atau pada awal masa perluasan Kekaisaran Inca.

Satu misteri lain yang masih dihadapi adalah mengapa struktur unik semacam ini hanya ditemukan di Monte Sierpe dan tidak tersebar luas di wilayah Andes lainnya. Namun, semakin jelas bahwa ribuan lubang yang tadinya dianggap teka-teki ternyata merupakan bagian dari sistem ekonomi dan pencatatan masyarakat kuno yang lebih maju dari perkiraan sebelumnya.

Struktur misterius di Monte Sierpe, Peru, yang terdiri dari lebih dari 5.000 lubang diduga kuat berfungsi sebagai sistem perdagangan dan pencatatan barang oleh masyarakat Andes kuno. Penelitian terbaru menggunakan pemetaan drone dan analisis serbuk sari menemukan jejak tanaman pengemas, menunjukkan lubang tersebut digunakan untuk menampung komoditas. Pola susunan lubang juga menunjukkan pola numerik yang mengarah pada fungsi penghitungan, mirip dengan sistem khipu Inca. Situs ini diperkirakan digunakan sekitar abad ke-14.

Lubang misteriusPeruArkeologSistem perdaganganMonte SierpePencatatan barangAndes

Komentar

Memuat komentar...