Macet Parah di Simpang Bandara Palembang karena Perbaikan Jalan
Gambar atau konten salah?
Simpang Bandara di kawasan Tanjung Api-api, Kecamatan Sukarami Kota Palembang, sedang mengalami kemacetan parah. Penyebabnya adalah perbaikan jalan di Gasing, Banyuasin, Sumatera Selatan.
Macet ini tidak hanya terbatas di area tersebut. Kendaraan terus menumpuk hingga ke arah Gasing, Banyuasin dan ke Jalan Noerdin Panji di Simpang Bandara. Jalan yang sedang diperbaiki menjadi jalur utama bagi lalu lintas, sehingga setiap kendaraan terhambat.
Situasi ini menjadi viral di media sosial. Banyak warga yang hendak menuju Bandara SMB II Palembang memilih berjalan kaki karena takut terlambat. Foto‑foto macet di media sosial menambah kesadaran masyarakat akan masalah ini.
Kerusakan jalan diperparah lagi oleh hujan deras yang terjadi pada malam hari di Kota Palembang. Kondisi jalan yang sudah dirusak akibat perbaikan menjadi lebih licin, sehingga kendaraan sulit bergerak.
Truk‑truk besar terjebak di tengah macet, menambah panjangnya antrian. Kendaraan tidak bisa bergerak, sehingga lalu lintas terhenti di Jalan TAA.
“Macet parah ini sudah terjadi selama dua Minggu ini baik mau pergi bekerja atau pun mau pulang sangat sulit sekali untuk melintas di Jalan TAA ini,” kata Dian, warga Talang Betutu, Sabtu, 11 April 2026.
Kendaraan benar- benar tidak bisa bergerak dan macet bertambah parah saat hujan di malam hari. “Saya berharap ada solusinya karena kami yang terdampak sangat kesulitan untuk pergi dan pulang,” tambah Dian.
Fanza, warga lain yang merasakan dampak, mengeluh bahwa macet parah ini membuat orang yang ingin pergi ke bandara kesulitan mengakses jalan. “Macet parah ini sudah terjadi sejak dua Minggu dan belum ada solusinya hingga sekarang. Mau pergi kerja, pulang kerja dan mau ke bandara jadi sulit akibat macet panjang ini,” keluhnya.
Hadi, warga Palembang, hampir terlambat menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II karena jalan macet. “Hampir terlambat akibat macet itu, beruntung kami ke bandara satu jam sebelum jadi tidak ketinggalan pesawat,” kata Hadi, Sabtu.
Masalah macet ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara pihak pemerintah dan masyarakat dalam perbaikan infrastruktur. Jika tidak ada solusi cepat, warga akan terus menghadapi kesulitan dalam perjalanan sehari‑hari, baik ke bandara maupun ke tempat kerja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Berita Terbaru
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
