Maersk Alliance Fairfax Lintas Selat Hormuz di bawah AS
Gambar atau konten salah?
Maersk, perusahaan pelayaran dan logistik ternama dari Denmark, baru saja mengumumkan bahwa salah satu kapal komersialnya berhasil menyeberangi Selat Hormuz di bawah perlindungan militer AS. Keberhasilan ini sejalan dengan janji Presiden AS Donald Trump untuk membantu kapal komersial “terdampar” keluar dari selat tersebut.
Kapalnya bernama Alliance Fairfax, berbendera AS dan dioperasikan oleh Farrell Lines—anak usaha Maersk Line—menyeberangi Selat Hormuz dan keluar Teluk Persia pada Senin, 4 Mei 2026. Semua anggota kru selamat dan tidak terluka. Maersk menambahkan, “Kapal itu telah terdampar di laut sejak perang yang dipimpin AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari,” dalam keterangan resminya.
Komando Pusat AS juga mengonfirmasi bahwa dua kapal dagang berbendera AS berhasil melewati Selat Hormuz. Saat ini, mereka mengoperasikan kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS di sekitar wilayah selat untuk membantu pengamanan.
Situasi ini menjadi penting karena gencatan senjata antara AS dan Iran masih rapuh. Pada Selasa, 5 Mei 2026, drone dan rudal Iran menghantam Uni Emirat Arab, sementara Washington menyatakan telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di selat tersebut.
Trump memperingatkan bahwa Iran akan “lenyap dari muka bumi” jika mereka menargetkan kapal-kapal AS yang melindungi lalu lintas komersial melalui selat tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunggah di media sosial bahwa peristiwa di selat tersebut mencerminkan tidak ada solusi militer untuk krisis politik. Ia berkata, “Karena perundingan mengalami kemajuan berkat upaya baik Pakistan, AS harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam rawa oleh pihak-pihak yang berniat buruk. Begitu pula UEA. Proyek Kebebasan adalah Proyek Kebuntuan,”
Keberhasilan Alliance Fairfax menyeberangi Selat Hormuz menandai langkah penting bagi pelayaran internasional. Namun, ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi, dan keamanan di wilayah tersebut masih menjadi perhatian utama bagi negara-negara sekitarnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
