Maggot Mengurai Sampah Organik di Desa Pemogan Rumah Imut
Gambar atau konten salah?
I Made Suwirya, Kepala Desa (Kades) atau Perbekel Desa Pemogan, mengapresiasi inisiatif warganya, Ana Rohanah Salamah, yang membangun fasilitas pengolahan sampah organik bernama Rumah Imut Maggot. Di Gang Sholeh, Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Ana memanfaatkan maggot untuk mengurai ratusan kilogram sampah organik. Kegiatan ini dimulai pada Kamis, 23 April 2026.
"Ya tentu dengan adanya masyarakat kita seperti Bu Ana ini sangat membantu. Sampah organik bisa diolah dengan baik dengan maggot ini," ujar Suwirya.
Suwirya menjelaskan bahwa penggiat maggot di wilayah Desa Pemogan sudah ada beberapa tahun terakhir. Namun, kelompok ibu‑ibu yang diajak bergerak bersama jumlahnya berkurang. "Untuk penggiat ini ada sebenarnya, ada juga komunitas ibu‑ibu kampil, cuman agak menurun spiritnya," jelasnya.
Awal‑awal Rumah Imut Maggot cukup gesit. Ana menyadari bahwa apa yang dilakukan sangat bagus, sehingga membantu mengatasi sampah organik khususnya di Desa Pemogan. Aktivitasnya menarik perhatian Sagung Antari Jaya Negara, istri Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Sagung Antari mengunjungi fasilitas itu pagi tadi dan mendukung penuh keberadaan pengolahan sampah organik. "Tadi disampaikan Ibu terkait hal ini, tentu harus didukung. Apalagi terkait sampah ini masih darurat ya. Syukurnya masyarakat sudah mulai memilah, tinggal buat program lanjutannya," jelasnya.
Ia berharap tidak hanya Ana, tapi warga lainnya di wilayah Desa Pemogan khususnya dapat sama-sama kembali memilah sampahnya. "Ini kan baru start. Kita mulai kembali dari spirit, bangun kembali warga biar mengenal dan memahami maggot sebagai salah satu inovasi," imbuhnya.
Walaupun belum semua mengenal, tapi dengan adanya edukasi dan sosialisasi pasti bisa. Pemerintah Denpasar juga bisa mendukung dalam program maggot berkelanjutan dan bisa berpenghasilan,
Program ini menunjukkan potensi penggunaan maggot dalam pengelolaan sampah organik di daerah pedesaan, dan dukungan pemerintah dapat memperluas manfaatnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
