Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang, Pencarian Lanjut
Gambar atau konten salah?
Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono dilaporkan hilang di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung.
Arief, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024, kehilangan kontak saat turun dari Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, sejak Sabtu 09 Mei 2026 sore.
Menurut pihak kampus, Arief mendaki bersama dua rekannya. Saat turun, ia berjalan lebih dulu dan meninggalkan rombongan. Ketika kedua teman tiba di basecamp Pasirkuda, Arief tidak terlihat.
Upaya menghubungi Arief tidak membuahkan hasil. Laporan kehilangan segera disampaikan, lalu pencarian dimulai. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan aparat kepolisian setempat langsung diterjunkan ke lokasi sekarang.
Basarnas mengumpulkan informasi dari rekan-rekan Arief untuk memetakan jalur yang mungkin dilalui. Tim SAR juga memperluas area pencarian, menyisir titik-titik yang belum terjangkau sebelumnya sekarang.
Untuk memperkuat operasi, Basarnas berkoordinasi dengan relawan di wilayah Bandung Raya. Koordinasi intensif terus dijalin dengan kepolisian guna memastikan semua potensi lokasi dapat ditelusuri.
Dek FTSL ITB Nita Yuanita mengungkapkan bahwa kampus telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Beberapa perwakilan kampus berada langsung di lokasi, mendampingi keluarga dan memastikan komunikasi lancar antara tim pencari dan pihak kampus saat ini.
Di tengah kecemasan, pihak kampus mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk mendoakan keselamatan Arief. “Mohon doanya agar Arief segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Nita dalam keterangan resmi ITB.
Direktur Komunikasi & Humas ITB Nurlaela Arief menegaskan bahwa pendakian Arief di Gunung Puntang tidak berkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan. “Mohon doanya ya bisa segera ditemukan. Bukan kegiatan kemahasiswaan,” katanya.
ITB menegaskan bahwa kegiatan pendakian tersebut bukan agenda kemahasiswaan. Pencarian masih berlangsung, dengan dukungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, kepolisian, relawan, dan civitas akademika. Harapan besar ditempatkan pada hasil pencarian yang cepat dan aman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
