Mahasiswa Mataram Juara Swift Challenge 2026 dengan Nuramma

Kartika D. · 3 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa Mataram Juara Swift Challenge 2026 dengan Nuramma

Gambar atau konten salah?

Ali An Nuur, seorang mahasiswa Universitas Mataram, baru saja menorehkan prestasi baru bagi pengembang muda Indonesia. Dengan aplikasi bernama Nuramma, ia berhasil memenangkan Swift Student Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Apple.

“Alhamdulillah, perasaan pertama yang muncul adalah rasa syukur yang luar biasa dan sedikit tidak percaya,” ujar Ali.

Ide Nuramma lahir dari pengalaman pribadi Ali ketika masih kecil. Ia pernah kesulitan mencari seseorang yang bisa mendengarkan hafalan Al‑Qur’an di rumah. Saat itu ia tinggal di Maluk, Sumbawa, dan orang tuanya selalu sibuk bekerja, sehingga tidak bisa menyimak bacaan anaknya.

“Aku harus melakukannya sendiri, membaca, mengulang, dan berharap bacaanku sudah benar tanpa ada konfirmasi dari siapa pun,” tambahnya.

Pengalaman itu kembali terulang ketika Ali melihat dua keponakannya yang kini sedang menghafal Juz 30 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Karena orang tua mereka juga sibuk, kedua anak itu sering belajar sendiri dan kadang bertengkar karena merasa hafalannya paling benar.

Dari situ muncul ide membuat Nuramma, sebuah aplikasi pembelajaran Al‑Qur’an berbasis AI yang dirancang menjadi “teman belajar virtual” untuk anak‑anak.

Salah satu fitur utama Nuramma adalah AI‑powered speech recognition yang memungkinkan aplikasi menyimak bacaan Al‑Qur’an anak secara real‑time. Dengan sistem ini, anak cukup membaca ayat ke mikrofon, lalu aplikasi mencocokkan setiap kata dan memberikan umpan balik langsung di layar.

Kata yang dibaca dengan benar akan berubah warna hijau secara otomatis, sehingga anak dapat melihat progresnya secara langsung.

“Apple Speech Framework memang mendukung bahasa Arab, tapi dioptimasi untuk percakapan modern, bukan untuk tajwid dan pelafalan Qur’ani,” jelas Ali.

Karena itu, ia harus merancang sistem pencocokan kata yang lebih fleksibel agar tetap dapat memahami variasi pelafalan anak‑anak.

Keputusan untuk memproses semua data AI secara on-device juga diambil demi menjaga privasi. Suara anak yang sedang membaca Al‑Qur’an dianggap sangat sensitif dan personal,” ujarnya.

“Suara anak‑anak yang sedang membaca Al‑Qur’an adalah sesuatu yang sangat sensitif dan personal,” tambah Ali.

Dengan pendekatan on-device, Nuramma tetap dapat digunakan tanpa koneksi internet, sebuah keunggulan penting bagi anak di daerah yang belum memiliki akses internet stabil.

Namun, pendekatan ini membuat proses pengembangan menjadi lebih kompleks. Ali harus menyesuaikan performa AI dengan keterbatasan hardware lokal, sekaligus mematuhi aturan Swift Student Challenge yang membatasi ukuran aplikasi maksimal hanya 25 MB.

Aplikasi ini juga mengusung konsep gamifikasi agar anak tidak cepat bosan saat belajar menghafal Al‑Qur’an. Mode Challenge menampilkan kuis interaktif lengkap dengan feedback visual dan efek haptic, mirip permainan edukasi modern.

“Tampilannya aku sesuaikan agar familiar dengan Duolingo karena adik‑adikku sering memainkannya,” ujar Ali.

Selain itu, Nuramma mendukung Quran Sign Language, sehingga anak‑anak tuli atau yang memiliki gangguan pendengaran tetap dapat belajar Al‑Qur’an secara inklusif. Menurut Ali, aksesibilitas bukan sekadar fitur tambahan, melainkan hak dasar semua anak.

Teknologi yang digunakan dalam Nuramma sepenuhnya berbasis framework native Apple: SwiftUI, Speech Framework, hingga AVFoundation. Ia sengaja tidak menggunakan dependensi pihak ketiga agar aplikasi tetap ringan dan optimal sebagai Swift Playground project.

Ke depan, Ali berharap Nuramma dapat berkembang lebih jauh dengan tambahan fitur tajwid guidance, tracking progress harian, serta ekspansi materi ke juz‑juz lainnya. Mimpi besarnya adalah menjadikan Nuramma sebagai ekosistem pembelajaran Al‑Qur’an yang lengkap dan inklusif,” tutupnya.

Dengan kombinasi teknologi AI, privasi on‑device, dan pendekatan gamifikasi, aplikasi Nuramma menunjukkan bahwa solusi digital dapat membantu anak‑anak menghafal Al‑Qur’an secara mandiri, bahkan di daerah dengan akses internet terbatas.

Penggunaan AI ini juga memungkinkan aplikasi menyesuaikan diri dengan tingkat kemampuan anak, sehingga proses belajar menjadi lebih personal.

Dengan demikian, Nuramma tidak hanya menjadi alat belajar, tetapi juga sumber motivasi bagi anak‑anak yang ingin menghafal Al‑Qur’an.

Komentar

Memuat komentar...