Mahfud MD Kunjungi Depot Es Sudi Mampir di Pamekasan
Gambar atau konten salah?
Mahfud MD kembali ke kampung halamannya di Pamekasan saat Lebaran, memanfaatkan waktu mudik untuk merasakan suasana masa kecilnya. Ia tidak hanya mengunjungi keluarga, tetapi juga mampir ke depot es legendaris yang dulu menjadi tempat favoritnya.
Depot Es Sudi Mampir Tempoe Doeloe terletak di Jalan Diponegoro No.15, Gladak Anyar, tepat di gang yang sempat menjadi tempat nongkrong anak-anak. Lokasinya unik karena depot ini nyempil di gang, dengan patokan di sebelah barat Monumen Arek Lancor. Sejak berdiri pada 1970‑an, depot ini telah menjadi ikon kuliner di wilayah tersebut.
Menu andalan depot ini adalah Es Sudi Mampir, es serut yang dicampur santan dan sirup merah. Harga gelasnya Rp 5 ribu. Sirupnya dibuat dari setrup, gula pasir, air, dan esens tradisional, memberi rasa manis‑manis gurih yang membuat banyak orang ketagihan. Untuk menambah cita rasa, pelanggan dapat menambahkan kacang tanah goreng atau roti, dengan tambahan biaya sekitar Rp 2 ribu.
Depot ini masih menjadi satu-satunya tempat di Pamekasan yang mempertahankan minuman sirup khas berbahan kacang hingga kini. Selain es setrup, depot ini juga menawari bubur kacang hijau, susu panas, dan susu soda gembira. Menurut sejarah, nama “Sudi Mampir” berasal dari kebiasaan pemilik yang dulu gratiskan dagangannya agar orang “sudi mampir”, sehingga nama tersebut melekat menjadi identitas usaha.
Firman, salah satu ponakan Mahfud MD, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut memang inisiatif sang paman. Dalam unggahan media sosialnya, ia menceritakan momen kebersamaan tersebut: “Itu kemarin sore (22 Maret 2026), beliau sendiri yang ngajak, sengaja datang ke Sudi Mampir, kangen suasana masa kecil katanya,” jelas Firman.
Bagi masyarakat Pamekasan, depot ini bukan sekadar tempat minum, melainkan bagian dari memori kolektif masa lalu. Banyak pemudik menjadikannya destinasi wajib ketika pulang kampung, karena menambah rasa nostalgia dan kehangatan keluarga.
Kesimpulannya, kunjungan Mahfud MD ke Depot Es Sudi Mampir Tempoe Doeloe tidak hanya memperlihatkan rasa cinta terhadap warisan kuliner, tetapi juga menegaskan peran depot tersebut sebagai penghubung generasi melalui rasa dan kenangan yang tak lekang oleh waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ghibli's Table: Resep Ramen & Minuman Spesial Ponyo
Makanan Sederhana Dulu, Kini Warisan Kuliner Nasional
One Satrio Jadi Destinasi Kuliner Jakarta Selatan Penuh
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
