Mahoni Raksasa Rawajati: 120 Tahun, Mengurangi Polusi Jakarta

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Mahoni Raksasa Rawajati: 120 Tahun, Mengurangi Polusi Jakarta

Gambar atau konten salah?

Di tengah beton dan gedung-gedung tinggi Jakarta Selatan, sebuah pohon mahoni raksasa menolak waktu. Terletak di kawasan Rawajati, Pancoran, pohon ini berdiri tegak di antara apartemen, menandai sejarah kolonial sekaligus menjadi saksi bisu kehidupan kota.

Endang Teguh Pramono, yang lebih akrab dipanggil Pampam, pemandu Walking Tour Step Into Jakarta, menjelaskan bahwa mahoni (Swietenia mahagoni) ini telah hidup sejak era kereta api pertama di Indonesia. “Ini dari yang awal beneran, dari sebelum ada pabrik. Usianya sudah 120 tahun kira‑kira,” ujarnya saat memandu tur yang diikuti detikTravel pada 01 April 2026.

Prasasti batu di bawah pohon menegaskan ukuran yang luar biasa. Lingkar batang mencapai 7,7 meter dan tinggi pohon berkisar 34 hingga 38 meter. Ukuran ini menempatkannya di antara pohon terbesar di wilayah Jakarta.

Selain megah, mahoni ini juga berperan sebagai pelindung lingkungan. Daun dan bagian lainnya sering menunjukkan warna hitam akibat penyerapan polusi, terutama timbal yang melimpah di udara Jakarta. Sebuah plakat di lokasi menegaskan bahwa pohon ini dapat mengurangi polusi udara hingga 47% hingga 69%. Dengan menyerap polutan, pohon ini menciptakan udara yang lebih bersih bagi penduduk di sekitarnya.

“Kalau pohon ini nggak ada, mau nyari (cadangan) air ke mana? Dan salah satunya juga untuk mengurangi bau sampah,” kata Pampam, menekankan peran pohon ini dalam menjaga kualitas air dan mengurangi bau di lingkungan apartemen.

Tak hanya fungsi ekologis, mahoni ini juga menjadi tempat doa dan persembahan bagi warga. “Terkadang pohon ini juga menjadi salah satu tempat orang‑orang berdoa. Kadang‑kadang ada yang menempelkan dupa‑dupa atau menaruh makanan. Kadang (sesajennya ditaruh) di atas‑atas gitu lho,” ungkapnya.

Tradisi mistis ini memaksa petugas setempat membersihkan area secara berkala, membuang sisa persembahan agar pohon tetap bersih. Meskipun besar, akar tunggang pohon menembus dalam tanah, sehingga tidak mengganggu struktur bangunan di sekitarnya, berbeda dengan spesies pohon lain yang dapat merusak fondasi.

Pohon mahoni ini kini menjadi satu-satunya yang tersisa dari jenisnya di wilayah tersebut. Keberadaannya dipertahankan secara sengaja, mengingat perannya dalam mendukung kegiatan lingkungan, termasuk kedekatannya dengan bank sampah di kawasan apartemen.

Bagi para traveler yang penasaran, pohon mahoni purba ini dapat dikunjungi. Ia berfungsi sebagai tempat berlindung sekaligus bukti nyata bahwa ruang hijau masih dapat bertahan di tengah kota yang padat. Menyaksikan pohon ini, pengunjung dapat merasakan sejarah, budaya, dan manfaat ekologis sekaligus.

Perkembangan kota Jakarta tidak harus mengorbankan warisan alam. Pohon mahoni raksasa ini menegaskan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan, menjaga keseimbangan antara beton dan hijau.

pohon mahoni raksasaJakarta Selatanpengurangan polusi udaratradisi doabank sampahkelestarian lingkungansejarah kolonial

Komentar

Memuat komentar...