Makam Kemangi: Misteri Sultan Agung dan Truk Semen
Gambar atau konten salah?
Makam Kemangi terletak di Desa Jungsemi, Kendal, di tengah sawah yang luas dan jauh dari pemukiman penduduk. Tempat ini telah lama menjadi pusat cerita mistis bagi penduduk setempat, yang menganggapnya sebagai lokasi angker.
Menurut tradisi lokal, makam ini dulunya merupakan paseban atau balai tempat Sultan Agung berkumpul dengan tumenggung dan adipati se-Jawa. Lokasi ini dipercaya menjadi tempat pertemuan rahasia yang tidak diketahui oleh penjajah Belanda.
Di rumahnya, Kiai Kasturi menjelaskan bahwa sebelum menjadi makam, Makam Kemangi “Sebelum jadi makam Kemangi, memang dulunya hutan belantara dan banyak pohon-pohon besar. Dan di situlah konon menjadi paseban Raja Mataram Sultan Agung.”
Ia juga mengingatkan bahwa Sultan Agung sering berkunjung ke Paseban Kemangi untuk merancang strategi serangan melawan VOC. “Sultan Agung sering ke Paseban Kemangi saat mengatur strategi penyerangan terhadap VOC.”
Menurut Kiai Kasturi, Sultan Agung mengunjungi Paseban Kemangi setidaknya empat kali. “Sultan Agung dulu sering ke paseban Kemangi setidaknya empat kali untuk menyusun strategi melawan VOC di Batavia. Di situ tempat pertemuannya antara Sultan Agung dengan Tumenggung dan Adipati se-Jawa.”
Namun, pertemuan tersebut tidak pernah diketahui oleh penjajah Belanda. “Tapi pertemuan itu tidak ada yang tahu termasuk penjajah Belanda.”
Untuk menjaga rahasia, seorang prajurit bernama Mbah Laistiddin menggunakan kekuatan supranaturalnya. Ia menanam bijih besi secara gaib sehingga Paseban dan orang-orang di dalamnya menjadi tak terlihat. “Strategi persembunyian ini dilakukan Mbah Laistiddin dengan menanam bijih besi yang ditanam secara gaib, sehingga paseban dan orang-orang di dalamnya jadi tak terlihat.”
Menurut Kiai Kasturi, Mbah Laistiddin menanam lima bijih besi yang berfungsi memagari Paseban. “Mbah Laistiddin yang memiliki ilmu supranatural menanam lima bijih besi yang berfungsi untuk memagari paseban itu.”
Hingga kini, tidak ada sisa bangunan Paseban yang tertinggal di Makam Kemangi. “Hingga saat ini, tidak ada sisa bangunan paseban yang tertinggal ataupun tersisa di makam kemangi. Kecuali ada orang memiliki kemampuan lebih untuk melihatnya.”
Selain itu, pagar besi gaib di sekitar makam dikatakan dapat membuat orang tersesat, mirip dengan efek “oyot mimang” menurut kepercayaan Jawa. “Berada di sekitar pagar besi tersebut bisa membuat orang tersesat, seperti terkena oyot mimang (akar tanaman mistis menurut kepercayaan Jawa).”
“Pagar besi gaib itu memang bisa membuat orang tersesat seperti terkena oyot mimang. Apalagi kalau orang itu punya niat kurang baik.”
Seiring berjalannya waktu, Makam Kemangi menjadi tempat pemakaman umum dan dikenal sebagai lokasi paling angker dengan cerita mistisnya. “Seiring berjalannya waktu, makam kemangi digunakan masyarakat untuk pemakaman umum dan dikenal sebagai tempat paling angker dengan cerita mistisnya.”
Karena Desa Jungsemi semakin berkembang, makam ini dipakai juga untuk makam Mbah Laistiddin dan tempat pemakaman umum desa. “Karena Desa Jungsemi makin berkembang, maka dipakailah untuk makam Mbah Laistiddin dan tempat pemakaman umum Desa Jungsemi.”
Suatu kisah misteri yang cukup populer di masyarakat adalah tentang pesanan semen untuk membangun masjid dan sepeda motor sebanyak satu truk yang dialamatkan di makam Kemangi. “Salah satu kisah misteri, menurut Kiai Kasturi dari makam Kemangi yang cukup populer di masyarakat adalah adanya pesanan semen untuk membangun masjid dan sepeda motor sebanyak satu truk yang dialamatkan di makam Kemangi itu.”
Kiai Kasturi menambahkan, “Cerita mistisnya saya dengar banyak, ada pesanan semen untuk bangun masjid sebanyak satu tronton dan ada juga pesanan sepeda motor sebanyak satu truk. Dan masih banyak lagi.”
Warga Desa Jungsemi kaget melihat truk tronton yang mengangkut semen di sekitar makam. “Kalau yang pesanan semen itu awalnya warga di sini (Jungsemi) kaget melihat ada truk tronton bisa parkir di sekitar makam Kemangi. Lalu, warga tanya sama sopirnya kenapa bisa sampai ke makam Kemangi dan tujuannya ke mana.”
Sopir truk menjawab bahwa ia mengantar semen untuk membangun masjid. “Si sopirnya itu jawab kalau mau antar pesanan semen buat bangun masjid. Sopirmya kalau antar semen sesuai dengan alamat pemesan.”
Menurut Kiai Kasturi, sopir tersebut merasa masuk ke kota yang sangat megah dengan bangunan perkantoran dan rumah mewah. “Sang sopir mengaku dia merasa masuk ke sebuah kota yang sangat megah dengan bangunan-bangunan rumah warga yang mewah. Kemudian, sopir tersebut memilih istirahat dan tidur.”
Namun, di pagi harinya, sopir truk mengaku kaget karena ternyata dirinya berada di sekitar makam Kemangi. “Namun, di pagi harinya, sopir truk mengaku kaget karena ternyata dirinya ada di sekitar makam kemangi.”
Dia mengakui bahwa ia sudah sampai di kota atau alamat tujuan. “Sopirnya ngaku kalau sudah sampai di kota atau alamat tujuan. Katanya kotanya itu megah sekali dengan bangunan perkantoran dan rumah-rumah warga yang mewah. Dia kan sampai alamatnya malam hari terus dia istirahat, tidur.”
Bangun paginya, ia terkejut karena alamat yang dituju ternyata adalah makam Kemangi. “Bangun paginya, dia kaget karena alamat yang dituju ternyata adalah makam Kemangi.”
Tempat ini tetap menjadi pusat cerita mistis bagi penduduk Jungsemi. Masyarakat masih mengingat kisah-kisah tentang pertemuan rahasia Sultan Agung, keajaiban Mbah Laistiddin, dan kejadian aneh yang terkait dengan truk semen. Makam Kemangi, yang dulunya hutan belantara, kini menjadi saksi bisu dari sejarah dan kepercayaan lokal yang tak pernah pudar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
Berita Terbaru
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
