Makanan Unik: Kopi Luwak, Teh Panda, dan Bir Gajah

Ayu W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Makanan Unik: Kopi Luwak, Teh Panda, dan Bir Gajah

Gambar atau konten salah?

Di dunia kuliner, tak semua bahan makanan berasal dari apa yang biasa kita bayangkan. Beberapa produk bahkan diolah dari kotoran hewan, sebuah praktik yang terdengar kontroversial namun sudah lama dipakai di berbagai negara.

Proses pembuatan makanan dan minuman yang menggunakan kotoran hewan biasanya dimulai dengan fermentasi alami. Fermentasi terjadi di dalam sistem pencernaan hewan, sehingga produk akhir dianggap aman dikonsumsi meski berasal dari sumber yang tak biasa.

Berikut lima contoh makanan dan minuman yang dikenal dibuat dari kotoran hewan, menurut laporan Hello Toushy tanggal 31 Maret 2026.

1. Kopi Luwak – Salah satu kopi termahal di dunia, kopi luwak berasal dari Indonesia. Biji kopi ini dimakan oleh luwak, kemudian dikeluarkan bersama kotorannya. Setelah dibersihkan, biji kopi diproses dan disangrai seperti kopi biasa. Pencernaan di dalam tubuh luwak diyakini membuat rasa kopi menjadi lebih lembut dan kurang pahit. Karena prosesnya unik dan jumlahnya terbatas, harga kopi luwak bisa sangat tinggi. Di pasar internasional, kopi ini pernah dijual dengan harga ratusan dolar per kilogram, sekitar 700 USD (Rp 11,9 juta).

2. Teh Hijau dari Kotoran Panda – Produk ini berasal dari China dan dikembangkan oleh seorang pengusaha bernama An Yashi. Kotoran panda digunakan sebagai pupuk untuk tanaman teh. Karena panda hanya mencerna sebagian kecil makanan yang dikonsumsinya, kotorannya masih mengandung nutrisi. Tanaman teh yang ditanam dengan pupuk tersebut dianggap memiliki kualitas lebih baik. Teh hijau ini kemudian dijual sebagai produk premium, menarik perhatian banyak orang.

3. Sosis dengan Bakteri dari Kotoran Bayi – Meskipun terdengar ekstrem, sosis ini tidak mengandung kotoran secara langsung. Bakteri yang terdapat di dalam kotoran bayi berfungsi sebagai probiotik. Bakteri tersebut digunakan dalam proses fermentasi, tahap penting dalam pembuatan sosis. Dengan bakteri probiotik, sosis dapat memiliki tekstur dan rasa khas, serta dipercaya baik untuk kesehatan pencernaan.

4. Un Kono Kuro – Bir dari Biji Kopi Kotoran Gajah – Bir unik ini dibuat oleh pabrik bir di Jepang bernama Sankt Gallen. Pada edisi khusus April Fool’s Day 2013, pabrik ini menggunakan biji kopi yang sebelumnya dimakan oleh gajah dan dikeluarkan bersama kotorannya. Biji kopi dibersihkan dan ditambahkan ke dalam proses pembuatan bir. Konsepnya yang tidak biasa menarik perhatian, dan produk tersebut sempat terjual habis dalam waktu singkat setelah diluncurkan.

5. Shellac sebagai Pelapis Makanan – Shellac bukan makanan, namun sering dipakai sebagai pelapis pada permen, cokelat, dan buah yang dilapisi lilin. Bahan ini berasal dari sekresi serangga yang disebut lac, atau Lacier Lacca Kerr insect, banyak ditemukan di India, Burma, dan Thailand. Sekresi tersebut dikumpulkan, dibersihkan, lalu diolah menjadi bahan yang memberikan lapisan mengilap pada makanan. Shellac juga dipakai dalam pelapis kayu dan kosmetik. Meskipun berasal dari serangga, bahan ini sudah lama digunakan dalam industri makanan.

Keunikan setiap produk ini terletak pada sumber bahan baku yang tidak biasa. Meskipun terdengar aneh, proses fermentasi alami dan penggunaan bakteri probiotik menjadikan produk-produk tersebut aman dikonsumsi. Harga tinggi pada kopi luwak dan teh hijau dari kotoran panda menunjukkan bahwa pasar premium menghargai keunikan dan kualitas yang diyakini lebih baik.

Di sisi lain, produk seperti sosis dengan bakteri dari kotoran bayi dan bir Un Kono Kuro menampilkan inovasi yang lebih ekstrem. Mereka menunjukkan bahwa industri makanan terus mencari cara baru untuk memanfaatkan sumber daya yang belum dimanfaatkan secara luas. Shellac, meskipun bukan makanan, menambah dimensi lain dalam penciptaan produk makanan dengan lapisan perlindungan dan estetika.

Secara keseluruhan, contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana bahan baku yang tidak biasa dapat diproses menjadi produk makanan dan minuman yang diakui secara global. Keberhasilan mereka bergantung pada proses fermentasi, pemilihan bakteri, dan nilai tambah yang ditawarkan kepada konsumen. Meskipun kontroversial, praktik ini telah menjadi bagian dari sejarah kuliner di beberapa budaya.

Kopi LuwakTeh Hijau Kotoran PandaSosis Bakteri BayiUn Kono Kuro BirShellac PelapisFermentasiProbiotikPasar Premium

Komentar

Memuat komentar...