Malware NoVoice Serang WhatsApp lewat Aplikasi Google Play
Gambar atau konten salah?
NoVoice adalah malware baru yang menyebar melalui lebih dari 50 aplikasi di Google Play Store. Menurut laporan McAfee, malware ini sudah diunduh lebih dari 2,3 juta kali dan dapat mencuri data WhatsApp.
McAfee mengidentifikasi bahwa aplikasi penyebar NoVoice mencakup pembersih data, galeri foto, dan game. Aplikasi-aplikasi tersebut tidak meminta izin akses yang mencurigakan, sehingga pengguna tidak disadari men-download malware ini. Meski McAfee tidak mengungkapkan daftar lengkap aplikasi, mereka menyebut satu contoh: SwiftClean, pembersih yang sudah diunduh lebih dari 100.000 kali.
Setelah korban menginstal dan menjalankan aplikasi yang terinfeksi, NoVoice mencoba mendapatkan hak root dengan mengekploitasi kerentanan Android lama. Malware kemudian menghubungi server command‑and‑control (C2) dan mengumpulkan informasi perangkat: rincian hardware, versi kernel, versi Android, aplikasi yang terpasang, dan status root. Data ini digunakan untuk menentukan strategi eksploitasi.
Jika eksploitasi berhasil, malware dapat menghapus atau menginstal aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna, bahkan mengambil alih kontrol penuh perangkat. Dengan demikian, operator malware dapat mengakses data dari aplikasi apa pun dan memindahkan data pengguna ke server mereka. WhatsApp menjadi target utama.
Ketika WhatsApp dibuka di ponsel yang terinfeksi, NoVoice mengumpulkan data sensitif yang dapat mereplikasi sesi korban. Data tersebut meliputi database enkripsi, kunci protokol Signal, nomor telepon, dan detail backup Google Drive. Informasi ini dikutip dari Bleeping Computer pada Selasa, 07 April 2026.
Data yang dikumpulkan disimpan di server C2 operator malware, memungkinkan mereka untuk mengkloning sesi WhatsApp korban di perangkat mereka sendiri.
Beruntung, celah yang dimanfaatkan oleh NoVoice sudah diperbaiki antara tahun 2016 dan 2021. Pengguna Android yang rutin memperbarui perangkat mereka seharusnya aman dari ancaman ini. Selain itu, aplikasi berbahaya yang membawa NoVoice sudah dihapus dari Play Store setelah dilaporkan oleh McAfee.
Juru bicara Google menyatakan bahwa pengguna yang sudah memperbarui perangkat sejak Mei 2021 sudah terlindungi dari NoVoice. Meski demikian, tetap disarankan untuk selalu memperbarui software dan meng-upgrade ke perangkat yang masih menerima dukungan. Usahakan hanya menginstal aplikasi dari pengembang terpercaya, bahkan di Google Play.
Secara keseluruhan, NoVoice menyoroti pentingnya memperbarui sistem operasi dan menghindari aplikasi yang tidak jelas sumbernya. Dengan langkah-langkah sederhana, pengguna dapat meminimalkan risiko terkena malware yang menargetkan data pribadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
