Mang Kiclik Bersih‑Bersih Eceng Gondok Waduk Saguling di Bandung Barat

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 114 dibaca
Bisik.id
Mang Kiclik Bersih‑Bersih Eceng Gondok Waduk Saguling di Bandung Barat

Gambar atau konten salah?

Waduk Saguling, yang terletak di aliran Sungai Citarum di Kabupaten Bandung Barat, kini tertutup oleh hamparan eceng gondok. Airnya berubah menjadi hijau pekat, sementara gulma air menumbuhkan pulau-pulau kecil yang hampir bisa dipijak.

Di tengah hamparan ini, seorang warga asal Kampung Bobojong, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, bernama Taufik Rahmat Wardani atau lebih akrab dipanggil Mang Kiclik, beraksi dengan diam namun berdampak besar. Ia berusia 33 tahun dan setiap hari menurunkan tubuhnya hingga air sebatas leher untuk mengangkat eceng gondok dari permukaan waduk.

Dengan tangan kosong, Mang Kiclik menghabiskan dua hingga tiga jam setiap hari, menuruti rutinitas yang ia jalani sejak 2017. Ia memulai kegiatan ini secara tidak teratur, namun pada Januari 2025 ia memutuskan untuk rutin membersihkan eceng setiap hari. “Awalnya dari 2017, cuma nggak rutin. Nah baru di Januari 2025, bersih-bersih eceng (gondok) ini saya rutinkan setiap hari. Ya seperti bisa kita lihat, kondisi Waduk Saguling semakin parah tertutup eceng (gondok),” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, Mang Kiclik menghitung jumlah eceng gondok yang ia angkut. Bobot gulma air yang ia bersihkan mencapai 500 kilogram atau 5 kuintal. Ia menegaskan, “Ya pernah saya hitung, sekitar 5 kuintal, tapi kan tanamannya juga berat ya dan basah. Bukan itu sebetulnya yang penting, tapi dampaknya. Minimal kalau setiap hari, bisa berkurang meskipun enggak dibantu alat berat,”

Pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali menimbulkan keresahan bagi warga yang bergantung pada Waduk Saguling. Perairan yang penuh gulma menghalangi perahu, sehingga mereka tidak bisa menangkap ikan. Selain itu, tumpukan gulma menjadi sarang nyamuk, menambah ketidaknyamanan di sekitar rumah warga. “Ya perahu kita enggak bisa jalan karena kan perairannya penuh sama eceng, kita jadi enggak bisa men ari ikan. Terus sekarang warga lagi resah karena banyak nyamuk, ya karena rumahnya itu di sela-sela eceng gondok, nyamuk bertelur di situ,” jelasnya.

Walaupun rekan-rekan seperjuangannya mundur karena pekerjaan, Mang Kiclik tetap bertekad melanjutkan tugasnya. Ia tidak gentar menghadapi ancaman penyakit atau serangan binatang buas. “Sekarang sisa saya sendiri, yang lain sudah mulai sibuk bekerja. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan ini, bisa jadi inspirasi buat yang lain, apalagi pemerintah bergerak merawat Waduk Saguling,” tambahnya.

Inisiatif Mang Kiclik menyoroti pentingnya peran individu dalam menjaga ekosistem. Dengan kerja kerasnya, ia berharap dapat memberi contoh bagi warga lain dan memotivasi pemerintah untuk bertindak lebih proaktif dalam merawat Waduk Saguling.

Waduk SagulingEceng GondokMang KiclikKabupaten Bandung BaratPembersihanPerairanNyamukPemerintah

Komentar

Memuat komentar...