Marie Curie: Peti Timpa Terungkap, Radioaktif Tetap
Gambar atau konten salah?
Marie Curie dikenang karena karya tentang radioaktivitas. Zat ini juga menjadi alasan dia dikubur dalam peti berlapis timbal.
Penghasilannya memberi dua Hadiah Nobel. Ia dikenal sebagai ibu fisika modern.
Curie bukan hanya perempuan pertama yang memenangkan Hadiah Nobel, tetapi satu-satunya perempuan yang dianugerahi hadiah di dua bidang berbeda.
01 Januari 1896, fisikawan Prancis Henri Becquerel menemukan bahwa garam uranium memancarkan sinar mirip sinar-X yang dapat menembus benda. Penemuan ini memicu Curie mengeksplorasi hasil Becquerel sebagai bagian dari tesisnya.
Dia dan suaminya, Pierre Curie, mulai bekerja dan akhirnya menemukan radium dan polonium, dua unsur radioaktif baru, pada 01 Januari 1898. Hasil ini membuat keluarga Curie dianugerahi setengah Hadiah Nobel Fisika pada 01 Januari 1903. Setengah lainnya diberikan kepada Becquerel.
Melansir IFLScience, pada 01 Januari 1911, setelah banyak tragedi pribadi—Pierre Curie meninggal mendadak pada 01 Januari 1906—Curie dianugerahi Hadiah Nobel Kimia karena berhasil mengisolasi radium murni. Ia kemudian mendedikasikan penelitiannya untuk mempelajari kimia zat radioaktif serta aplikasinya dalam bidang kedokteran.
Bahkan, jika bukan karena karya Curie, pengobatan kanker kita mungkin tidak akan semaju seperti sekarang ini. Namun, meskipun menganjurkan tindakan pencegahan, paparan Curie yang konsisten dan berkepanjangan terhadap zat-zat ini membawa konsekuensi.
04 Juli 1934, Curie meninggal karena anemia aplastik yang disebabkan oleh pekerjaannya dengan radiasi. Anemia aplastik lebih dari sekadar anemia; ini adalah kondisi darah langka yang muncul ketika sumsum tulang tidak dapat menghasilkan cukup sel darah baru agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.
Ketika Curie meninggal, tubuhnya sangat radioaktif sehingga ia harus dimakamkan dalam peti mati berlapis timbal. Kendati demikian, tidak ada yang mengetahui hal ini sampai 01 Januari 1995 ketika peti matinya digali.
Pada saat itu, pihak berwenang Prancis ingin memindahkan keluarga Curie ke mausoleum nasional, Panthéon, untuk menghormati kontribusi mereka terhadap ilmu pengetahuan dan sebagai ikon dalam sejarah Prancis. Para pejabat yang bertanggung jawab atas penggalian tersebut menghubungi badan perlindungan radiasi Prancis dengan kekhawatiran tentang radiasi residual dan meminta bantuan untuk melindungi para pekerja di pemakaman.
Ketika para penggali mendekati makam mereka, mereka mendeteksi tingkat radiasi normal di udara, yang kemudian meningkat saat makam dibuka (meskipun tidak dalam jumlah besar). Awalnya, peti mati Marie Curie tampak terbuat dari kayu, tetapi ketika dibuka, mereka menemukan bahwa peti mati tersebut dilapisi dengan timbal setebal 2,5 milimeter (0,09 inci).
Pemeriksaan selanjutnya terhadap tubuh Curie mengungkapkan bahwa ia tetap terawetkan dengan sangat baik dan hanya terdeteksi tingkat kontaminasi alfa dan beta yang kecil. Hal ini, menurut Journal of British Society for the History of Radiology, kemungkinan karena Curie telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi paparan radiasi di masa tuanya.
Setelah 100 tahun, banyak barang miliknya, termasuk furnitur, buku masak, pakaian, dan catatan laboratorium, tetap sangat radioaktif. Catatan laboratorium tersebut sebenarnya disimpan dalam kotak berlapis timbal di Bibliothèque National, Paris, Prancis. Saat meminta akses ke benda-benda ini, pengunjung diharuskan menandatangani surat pernyataan pelepasan tanggung jawab dan mengenakan pakaian pelindung untuk mencegah paparan radium-226.
Kisah Curie menyoroti bagaimana pencapaian ilmiah dapat membawa manfaat bagi kesehatan, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan terhadap radiasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jack Ma di Moskow: Tantang Mahasiswa Hadapi Ketakutan
Satria-1 Tambah 154 Titik Akses Sangihe-Sitaro, 50‑150 Mbps
Kaspersky: Phishing QR Teks ASCII Menambah Serangan 5x
Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Fokus Gizi Anak Nasional
Jack Ma Kenang Pencapaian Besar: Nikah dengan Zhang Ying
Pancingan Australia Dorong Konsumsi Ikan Mas Bagi Populasi
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
