Masjid Peninggalan Sunan Kalijaga di Boyolali Ludes Terbakar
Gambar atau konten salah?
Sebuah Masjid Jami' Jalaluddin yang berusia ratusan tahun di Boyolali ludes dilalap api pada Kamis (20/3/2025) dini hari. Masjid bersejarah yang terbuat dari kayu ini terletak di Dukuh Glinggang, Desa Kendel, Kecamatan Kemusu.
Laporan kebakaran diterima sekitar pukul 03.50 WIB. Wawan Ayasin, Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Boyolali, mengonfirmasi penerimaan laporan tersebut.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Menurut Supriyono, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali, warga bernama Kusmanto pertama kali melihat api dan segera meminta bantuan tetangga. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Kesulitan utama pemadaman adalah material bangunan masjid yang seluruhnya dari kayu jati. Selain itu, kondisi bangunan yang baru saja diplester mempercepat penyebaran api. Supriyono menjelaskan bahwa saat laporan masuk, api sudah membesar.
Akses menuju lokasi juga menjadi kendala. Jalan menuju masjid memiliki kontur ekstrem berupa tanjakan dan turunan dengan kondisi beton yang rusak. Masjid kuno berukuran 20 x 40 meter itu akhirnya rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya bangunan rumah di samping masjid yang berhasil diselamatkan.
Masjid ini diyakini warga sebagai peninggalan Sunan Kalijaga, yang dikenal juga sebagai Raden Said. Menurut informasi dari laman resmi Pemkab Boyolali, lokasi ini pernah menjadi tempat pertapaan Raden Said.
Muhndori, salah satu cucu Mbah Jalal, menuturkan bahwa pembangunan masjid ini penuh perjuangan. Kayu jati yang digunakan disebut bukan sembarang kayu. Proses pengadaannya memerlukan ritual khusus, termasuk puasa selama dua tahun dan doa-doa. Muhndori menyebutkan bahwa ada peninggalan Raden Said berupa potongan kayu jati kecil yang kini disimpan oleh tokoh masyarakat setempat.
Struktur masjid ini unik karena seluruh elemen—dinding, tangga, dan lantai—terbuat dari kayu jati. Bangunan bertingkat satu ini memiliki fungsi khusus di lantai atas untuk mengaji Al Quran. Menurut Mbah Jalal dahulu, kegiatan mengaji di lantai bawah kurang baik karena dianggap seperti menempatkan Al Quran di bawah kaki orang. Masjid ini sempat terbengkalai sebelum akhirnya dirawat dan dibersihkan kembali oleh warga untuk digunakan sebagai tempat ibadah.
Masjid Jami' Jalaluddin merupakan bangunan tua yang nilai historisnya cukup tinggi bagi masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Berita Terbaru
Embolo Hadapi Visa Darurat, Swiss Siap Piala Dunia 2026 Cepat
Real Madrid Siap Tambah Bek: Konate, Dumfries, Mourinho
Pasangan Ganda Putri Raih Kemenangan di Indonesia Open 2026
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
PMDSU 2026: Beasiswa Magister‑Doktor Terbuka, Nambah Riset
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
