Masjid Raya Al‑Mashun Medan Siap Selat Idul Adha 27 Mei
Gambar atau konten salah?
Masjid Raya Al‑Mashun Medan akan menunaikan salat Idul Adha pada 27 Mei 2026. Pukul 07.45 WIB akan menjadi awal ibadah, meski beberapa pengunjung datang lebih awal, dari subuh hingga setelah subuh.
Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Raya Medan, Syafrizal, mengingatkan jemaah untuk datang lebih cepat. “Salatnya agak lama, beda dengan yang lain. Kami sampaikan kepada jemaah agar datang lebih cepat. Walaupun mulai sekitar pukul 07.45 WIB atau 08.00 WIB, banyak jemaah yang datang dari subuh atau setelah subuh dan langsung menetap di sini,” kata Syafrizal pada Senin, 25 Mei 2026.
Keputusan mengenai imam dan khatib sudah ditetapkan. Khutbah akan disampaikan oleh seorang dosen, Dr. Syarifuddin L. Hayat, yang juga dikenal sebagai akademisi.
Syafrizal menilai bahwa ribuan jemaah akan hadir. Ia memperkirakan sekitar 2.000 orang akan solat di dalam masjid, sementara sisanya berada di luar. Ia mengingat acara sebelumnya, saat gubernur mengundang 3.000 orang, di mana 1.000 berada di dalam dan sisanya di luar. “Jadi kalau hitungannya seperti itu lebih dari 3.000 jemaah salat di Masjid Raya saat Idul Adha dan Idul Fitri,” ujarnya.
Untuk penyembelihan kurban, Syafrizal menjelaskan akan dilakukan pada hari kedua Idul Adha. Tradisi Kesultanan Deli mengatur penyembelihan pada hari kedua, dengan total 5 sapi dan 3 kambing yang berasal dari masyarakat dan pejabat negara. “Karena setelah hari raya itu selalu ada budaya Kesultanan, budaya orang Melayu kalau bahasa Jawanya sungkeman atau silaturahim di Istana Maimun. Jadi di hari pertama itu tidak ada penyembelihan kurban. Penyembelihan kami laksanakan di hari keduanya,” tambahnya.
Dengan jadwal yang terstruktur, jemaah dapat menyesuaikan diri. Pusat kegiatan di Masjid Raya Al‑Mashun Medan tetap menjadi tempat berkumpul bagi umat yang ingin menunaikan ibadah Idul Adha bersama.
Perencanaan ini menegaskan pentingnya koordinasi antara pengurus masjid dan komunitas. Rencana penyembelihan pada hari kedua juga mencerminkan penghormatan terhadap tradisi Kesultanan Deli yang masih dipertahankan hingga kini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Pencarian Faiz Hidayat 23 Tahun di Gunung Seulawah Berlanjut
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
Berita Terbaru
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Raphinha: Brasil kuat menyerang, butuh pertahanan Piala Dunia
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Kebakaran Rumah di Musim Kemarau, Asuransi Zurich Lindungi
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa
Cucurella Siap Transfer ke Barcelona, Chelsea Tuntut
