Mata Menjadi Alarm Dini Tanpa Deteksi Ginjal Penting
Gambar atau konten salah?
Mata ternyata dapat berfungsi sebagai alarm dini bagi kesehatan ginjal. Meski sering dihubungkan dengan kelelahan, pembengkakan, atau perubahan urine, masalah ginjal juga dapat memengaruhi penglihatan.
Hal ini disebabkan karena ginjal dan mata bergantung pada pembuluh darah yang sehat serta keseimbangan cairan tubuh. Jika salah satu organ bermasalah, organ lain pun ikut terdampak. Tanda-tanda kerusakan ginjal yang muncul di mata biasanya samar di awal, sehingga tidak langsung dikaitkan dengan ginjal.
Dikutip dari Times of India, berikut lima gejala yang dapat mengindikasikan masalah ginjal:
- Mata Bengkak yang Tak Kunjung Hilang
Mata sembab setelah kurang tidur atau makan asin memang umum. Namun, jika pembengkakan tetap sepanjang hari, terutama di kelopak, ini bisa menjadi tanda proteinuria. Proteinuria berarti protein bocor ke dalam urine akibat gangguan ginjal, menimbulkan penumpukan cairan di jaringan lunak, termasuk mata, dan sering disertai urine berbusa. - Penglihatan Kabur atau Ganda
Penglihatan mendadak kabur, sulit fokus, atau ganda dapat berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah kecil di mata. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati akibat hipertensi atau diabetes. Kedua penyakit tersebut merupakan penyebab utama ginjal kronis. Jika ada riwayat hipertensi atau diabetes disertai gangguan penglihatan, segera periksakan mata dan fungsi ginjal. - Mata Selalu Terasa Kering, Gatal, atau Iritasi
Mata kering kronis bukan sekadar gangguan ringan. Pada penderita ginjal stadium lanjut atau yang menjalani dialisis, kondisi ini sering terjadi. Penyebabnya bisa ketidakseimbangan mineral seperti kalsium dan fosfat, atau penumpukan limbah yang mengganggu produksi air mata. Jika mata terasa berpasir, merah, atau perih tanpa penyebab jelas, periksakan kondisi ginjal. - Mata Merah atau Tampak Berdarah
Kemerahan mata bisa disebabkan alergi atau kelelahan, namun juga dapat menandakan tekanan darah tinggi atau diabetes yang tidak terkontrol, dua kondisi yang erat kaitannya dengan ginjal. Tekanan tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di mata. Pada kasus tertentu, penyakit autoimun seperti nephritis lupus juga dapat memicu peradangan mata. Jika disertai nyeri sendi, ruam, dan pembengkakan, segera konsultasikan ke dokter. - Mendadak Sulit Membedakan Warna
Perubahan kemampuan melihat warna, terutama biru dan kuning, bisa menjadi tanda gangguan saraf optik atau retina. Kondisi ini dipicu oleh tekanan darah tinggi, diabetes, atau penumpukan racun akibat fungsi ginjal yang menurun. Gejala ini sering muncul perlahan dan sering disalahartikan sebagai proses penuaan.
Gejala-gejala tersebut biasanya muncul secara bertahap, sehingga sering diabaikan. Namun, perubahan kecil di mata dapat menjadi sinyal penting bahwa sistem ginjal mulai mengalami gangguan. Memahami hubungan antara mata dan ginjal membantu orang lebih cepat mencari bantuan medis, sehingga potensi kerusakan dapat dicegah atau diobati lebih awal.
(avk/kna)
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
