Maung Jadi Sekolah Unggulan, 38.458 Calon Murid Bersaing
Gambar atau konten salah?
Maung menjadi sekolah unggulan yang kini dipertaruhkan oleh lebih dari tiga puluh delapan ribu calon murid. Jumlah pendaftar ini membuat persaingan masuk menjadi sangat ketat.
Dinas Pendidikan Jawa Barat menegaskan bahwa seluruh proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Maung akan berlangsung adil dan transparan. Mereka menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi pihak manapun.
Program Maung dibuka di 28 SMA dan 13 SMK negeri. Jalur khusus ini tidak memakai sistem zonasi, sehingga menarik minat calon murid dari berbagai daerah. Hal ini menambah nilai unik bagi sekolah unggulan ini.
Data Disdik Jawa Barat menunjukkan bahwa hingga 31 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, jumlah pendaftar mencapai 38.458 calon murid. Angka ini setara 210,53 % dari total kuota yang tersedia, yaitu 18.267 kursi. Dari total tersebut, 24.827 pendaftar memilih jenjang SMA, sementara 13.631 lainnya mendaftar ke SMK. Kuota yang disediakan terdiri dari 10.400 kursi SMA dan 7.867 kursi SMK.
“Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi ini menjadi indikator bahwa akses dan kualitas pendidikan di Jawa Barat semakin dipercaya. Kami mengapresiasi seluruh calon murid, orang tua, dan satuan pendidikan yang telah mengikuti proses SPMB dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Purwanto, Selasa (2 Juni 2026).
Purwanto menegaskan bahwa meski jumlah pendaftar telah melampaui dua kali lipat kuota, seluruh tahapan seleksi akan dijalankan sesuai aturan. “Kami terus mengawal proses seleksi agar berjalan adil dan transparan. Sistem yang digunakan telah dirancang untuk menjamin proses penerimaan berlangsung sesuai aturan serta mengedepankan prinsip pemerataan akses pendidikan,” ujarnya.
Setelah masa pendaftaran ditutup, tahapan SPMB Maung akan berlanjut dengan verifikasi berkas hingga 2 Juni, uji kompetensi dan penanganan masalah pada 3 Juni, rapat pleno dewan guru pada 4 Juni, serta koordinasi kepala sekolah dan cabang dinas pada 5 Juni.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 8 Juni 2026, sementara daftar ulang akan berlangsung pada 9 Juni dan 10 Juni 2026. Siswa yang gagal nantinya bisa mendaftar melalui SPMB reguler yang akan dibuka pada 15 Juni 2026 mendatang.
Purwanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus pada sekolah tertentu. “Jawa Barat memiliki banyak sekolah negeri berkualitas yang tersebar di berbagai daerah. Kami berharap masyarakat dapat memilih sekolah sesuai minat, bakat, dan potensi peserta didik sehingga proses pendidikan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, tingginya minat pendaftar menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Jawa Barat semakin dipercaya. Proses seleksi yang transparan dan adil diharapkan dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua calon murid.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
