Mawsynram: Kota Terbasah di Dunia, 11.873 mm Hujan Tahunan

Dani L. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Mawsynram: Kota Terbasah di Dunia, 11.873 mm Hujan Tahunan

Gambar atau konten salah?

Mawsynram dikenal sebagai tempat terbasah di dunia. Terletak di hutan hijau Perbukitan Khasi, ujung timur India, kota ini dikelilingi oleh hujan yang tampak tak pernah berhenti.

Curah hujan tahunan di sini mencapai 11.873 mm, hampir sepuluh kali lebih tinggi dari 1.109 mm yang menimpa Glasgow dan dua puluh dua kali lebih banyak dari 585 mm di London. Angka‑angka ini membuat Mawsynram menonjol di antara kota-kota lain di dunia.

Seorang penduduk asli, Jyotiprasad Oza, menghabiskan seluruh hidupnya di kota ini. Ia memandu wisatawan lewat daerah tersebut bersama TourHQ. Setiap tahun, sekitar 10.000 pengunjung datang dari berbagai belahan dunia, terutama dari Amerika dan Inggris, hanya untuk menyaksikan kehidupan di tempat terbasah di bumi.

“Kami menerima sekitar 10.000 wisatawan per tahun. Selama musim hujan, orang‑orang suka berkunjung karena curah hujannya sangat tinggi, terutama Juni hingga September,” jelas Jyotiprasad kepada Mirror saat awan badai mulai berkumpul di atas kepala.

Hujan di Mawsynram tidak seperti di tempat lain. Begitu dimulai, hujan dapat berlangsung berhari‑hari tanpa henti. Penduduk setempat sering bergegas masuk ke rumah ketika hujan deras mulai, hanya untuk menemukan bahwa hujan belum berhenti selama seminggu penuh. Namun, bukan hanya durasinya yang membuatnya unik.

Suatu hari di bulan Juni, dekade lalu, curah hujan mencapai 1.003 mm. Dampaknya sangat dahsyat. “Saat hujan deras, mustahil untuk keluar rumah. Kami tidak bisa berjalan‑jalan setiap hari. Kami tidak boleh keluar rumah saat hujan. Terkadang anak‑anak tidak bisa pergi ke sekolah saat hujan. Ini cukup berbahaya,” ungkap Jyotiprasad.

Musim hujan membawa risiko serius seperti tanah longsor, banjir, dan pemadaman listrik. Sistem air bersih juga kesulitan menampung volume air yang melimpah. Di luar bahaya langsung ini, kelembapan yang terus menerus membuat banyak penduduk setempat menginginkan iklim yang lebih kering. “Kami lebih suka pindah ke tempat yang curah hujannya lebih sedikit,” kata Jyotiprasad, meski hampir tidak ada yang memilih untuk pindah ke wilayah ini.

Beberapa faktor memengaruhi curah hujan luar biasa di Mawsynram. Terletak setinggi 1.400 meter di atas permukaan laut, kota ini mengalami iklim dataran tinggi. Massa udara tropis lembap yang menyapu dari Teluk Benggala selama musim hujan memperkuat curah hujan. Posisi Perbukitan Khasi juga menciptakan penghalang alami yang menghalangi aliran udara dari teluk.

Penduduk setempat telah mengembangkan cara cerdik untuk mengatasi hujan deras. Banyak rumah dibangun dengan peredam suara agar suara gemuruh hujan tidak mengganggu. Pada hari‑hari ketika jaket tahan air tebal dan sepatu bot karet saja tidak cukup, payung tradisional yang menutupi seluruh tubuh, dikenal sebagai Knup, menjadi perlindungan populer. Alat berbentuk cangkang besar ini terbuat dari bambu dan daun pisang.

Selain hujan, Mawsynram juga menawarkan pemandangan menakjubkan. Titik pandang, air terjun, dan lanskap hijau menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang menghargai alam. Salah satu atraksi utama adalah Air Terjun Nohkalikai, yang menduduki peringkat keempat sebagai air terjun tertinggi di dunia.

Pengalaman di Mawsynram tidak hanya tentang menunggu hujan. Para wisatawan dapat menikmati panorama bukit, trekking ringan, dan belajar tentang cara hidup masyarakat setempat yang telah menyesuaikan diri dengan kondisi ekstrem. Meskipun cuaca sering menantang, keindahan alam dan keramahan penduduk membuat kunjungan ini tetap menarik.

Dengan curah hujan yang melimpah, Mawsynram tetap menjadi contoh bagaimana manusia dapat beradaptasi dengan lingkungan yang keras. Kota ini menunjukkan bahwa meski cuaca menantang, kehidupan tetap dapat berlanjut melalui inovasi, kebiasaan lokal, dan semangat komunitas.

Mawsynramcurah hujanperbukitan Khasiwisatawanbanjirair terjun Nohkalikaiklimat dataran tinggi

Komentar

Memuat komentar...