Mayat Pria Ditemukan Saluran Irigasi Bali, Suspek Epilepsi

Surya B. · 2 min baca · 22 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Mayat Pria Ditemukan Saluran Irigasi Bali, Suspek Epilepsi

Gambar atau konten salah?

Rabu (13 Mei 2026) pagi, warga di Desa Tukad Mungga, Buleleng, Bali digegerkan ketika mayat pria ditemukan di saluran irigasi.

Mayat terdeteksi pada pukul 07.50 Wita di saluran irigasi Banjar Dinas Darmayasa. Korban hanya mengenakan celana dalam, tubuh terletak telungkup di dalam air.

"Awalnya saksi melihat ada tubuh terendam di saluran irigasi, kemudian menghubungi warga lain dan melaporkan ke pihak kepolisian," kata Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi, Rabu (13 Mei 2026).

Identitas mayat terungkap sebagai Kadek Wirasa alias Kadek Keped (32), warga Karangasem yang sering berpindah di wilayah Buleleng.

Di sekitar lokasi ditemukan tas kain cokelat, sabun mandi, celana kain biru, topi kupluk hitam, sandal, dan uang tunai Rp 1.000.

Tim kepolisian langsung melakukan olah TKP, kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Buleleng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal medis tidak menunjukkan tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan meninggal 2-3 jam sebelum ditemukan.

"Dari hasil pemeriksaan medis awal tidak ditemukan adanya luka atau tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh saat berada di saluran irigasi," jelasnya.

Informasi warga sekitar menyebutkan korban memang memiliki riwayat epilepsi. Sebelum ditemukan, korban sempat terlihat beraktivitas di kawasan pesisir Anturan pada pagi hari.

Polisi meminta keterangan saksi untuk memastikan kronologi kejadian. Sementara keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi.

"Keluarga korban sudah mengetahui dan menerima kejadian ini. Mereka juga menyampaikan permohonan agar tidak dilakukan autopsi dan siap membuat pernyataan tertulis," imbuhnya.

Rencananya, jenazah korban akan dipulangkan ke kampung halamannya di Karangasem untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan di area irigasi. Meskipun tidak ada bukti kekerasan, penyebab kematian masih diduga terkait kondisi medis. Keluarga menolak autopsi, dan jenazah akan dikirim ke Karangasem untuk pemakaman.

mayatsaluran irigasiepilepsiBulelengPolresautopsiKarangasem

Komentar

Memuat komentar...